Biografi; Taufiq Ismail

8 Maret , 2008 at 6:45 pm (Biografi, Sastra, Taufiq Ismail, Tokoh)

taufik00.gif

Taufiq Ismail lahir di Bukittinggi, 25 Juni 1935. Masa kanak-kanak sebelum sekolah dilalui di Pekalongan. Ia pertama masuk sekolah rakyat di Solo. Selanjutnya, ia berpindah ke Semarang, Salatiga, dan menamatkan sekolah rakyat di Yogya. Ia masuk SMP di Bukittinggi, SMA di Bogor, dan kembali ke Pekalongan. Pada tahun 1956–1957 ia memenangkan beasiswa American Field Service Interntional School guna mengikuti Whitefish Bay High School di Milwaukee, Wisconsin, AS, angkatan pertama dari Indonesia.

Ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia (sekarang IPB), dan tamat pada tahun1963. Pada tahun 1971–1972 dan 1991–1992 ia mengikuti International Writing Program, University of Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Ia juga belajar pada Faculty of Languange and Literature, American University in Cairo, Mesir, pada tahun 1993. Karena pecah Perang Teluk, Taufiq pulang ke Indonesia sebelum selesai studi bahasanya.

Semasa mahasiswa Taufiq Ismail aktif dalam berbagai kegiatan. Tercatat, ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FKHP UI (1960–1961) dan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa (1960–1962).
Ia pernah mengajar sebagai guru bahasa di SMA Regina Pacis, Bogor (1963-1965), guru Ilmu Pengantar Peternakan di Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962), dan asisten dosen Manajemen Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Indonesia Bogor dan IPB (1961-1964). Karena menandatangani Manifes Kebudayaan, yang dinyatakan terlarang oleh Presiden Soekarno, ia batal dikirim untuk studi lanjutan ke Universitas Kentucky dan Florida. Ia kemudian dipecat sebagai pegawai negeri pada tahun 1964.

Taufiq menjadi kolumnis Harian KAMI pada tahun 1966-1970. Kemudian, Taufiq bersama Mochtar Lubis, P.K. Oyong, Zaini, dan Arief Budiman mendirikan Yayasan Indonesia, yang kemudian juga melahirkan majalah sastra Horison (1966). Sampai sekarang ini ia memimpin majalah itu.

Taufiq merupakan salah seorang pendiri Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) (1968). Di ketiga lembaga itu Taufiq mendapat berbagai tugas, yaitu Sekretaris Pelaksana DKJ, Pj. Direktur TIM, dan Rektor LPKJ (1968–1978). Setelah berhenti dari tugas itu, Taufiq bekerja di perusahaan swasta, sebagai Manajer Hubungan Luar PT Unilever Indonesia (1978-1990).

Pada tahun 1993 Taufiq diundang menjadi pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, Malaysia.
Sebagai penyair, Taufiq telah membacakan puisinya di berbagai tempat, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Dalam setiap peristiwa yang bersejarah di Indonesia Taufiq selalu tampil dengan membacakan puisi-puisinya, seperti jatuhnya Rezim Soeharto, peristiwa Trisakti, dan peristiwa Pengeboman Bali.

Hasil karya:

1. Tirani, Birpen KAMI Pusat (1966)
2. Benteng, Litera ( 1966)
3. Buku Tamu Musium Perjuangan, Dewan Kesenian Jakarta (buklet baca puisi) (1972)
4. Sajak Ladang Jagung, Pustaka Jaya (1974)
5. Kenalkan, Saya Hewan (sajak anak-anak), Aries Lima (1976)
6. Puisi-puisi Langit, Yayasan Ananda (buklet baca puisi) (1990)
7. Tirani dan Benteng, Yayasan Ananda (cetak ulang gabungan) (1993)
8. Prahara Budaya (bersama D.S. Moeljanto), Mizan (1995)
9. Ketika Kata Ketika Warna (editor bersama Sutardji Calzoum Bachri, Hamid Jabbar, Amri Yahya, dan Agus Dermawan, antologi puisi 50 penyair dan repoduksi lukisan 50 pelukis, dua bahasa, memperingati ulangtahun ke-50 RI), Yayasan Ananda (1995)
10. Seulawah — Antologi Sastra Aceh (editor bersama L.K. Ara dan Hasyim K.S.), Yayasan Nusantara bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Khusus Istimewa Aceh (1995)
11. Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Yayasan Ananda (1998)
12. Dari Fansuri ke Handayani (editor bersama Hamid Jabbar, Herry Dim, Agus R. Sarjono, Joni Ariadinata, Jamal D. Rahman, Cecep Syamsul Hari, dan Moh. Wan Anwar, antologi sastra Indonesia dalam program SBSB 2001), Horison-Kakilangit-Ford Foundation (2001)
13. Horison Sastra Indonesia, empat jilid meliputi Kitab Puisi (1), Kitab Cerita Pendek (2), Kitab Nukilan Novel (3), dan Kitab Drama (4) (editor bersama Hamid Jabbar, Agus R. Sarjono, Joni Ariadinata, Herry Dim, Jamal D. Rahman, Cecep Syamsul Hari, dan Moh. Wan Anwar, antologi sastra Indonesia dalam program SBSB 2000-2001, Horison-Kakilangit-Ford Foundation (2002)

Karya terjemahan:
1. Banjour Tristesse (terjemahan novel karya Francoise Sagan, 1960)
2. Cerita tentang Atom (terjemahan karya Mau Freeman, 1962)
3. Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam (dari buku The Reconstruction of Religious Thought in Islam, M. Iqbal (bersama Ali Audah dan Goenawan Mohamad), Tintamas (1964)

Atas kerja sama dengan musisi sejak 1974, terutama dengan Himpunan Musik Bimbo (Hardjakusumah bersaudara), Chrisye, Ian Antono, dan Ucok Harahap, Taufiq telah menghasilkan sebanyak 75 lagu.

Ia pernah mewakili Indonesia baca puisi dan festival sastra di 24 kota di Asia, Amerika, Australia, Eropa, dan Afrika sejak 1970. Puisinya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa, Sunda, Bali, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Cina.

Kegiatan kemasyarakatan yang dilakukannnya, antara lain menjadi pengurus perpustakaan PII, Pekalongan (1954-56), bersama S.N. Ratmana merangkap sekretaris PII Cabang Pekalongan, Ketua Lembaga Kesenian Alam Minangkabau (1984-86), Pendiri Badan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya (1985) dan kini menjadi ketuanya, serta bekerja sama dengan badan beasiswa American Field Service, AS menyelenggarakan pertukaran pelajar. Pada tahun 1974–1976 ia terpilih sebagai anggota Dewan Penyantun Board of Trustees AFS International, New York.

Ia juga membantu LSM Geram (Gerakan Antimadat, pimpinan Sofyan Ali). Dalam kampanye antinarkoba ia menulis puisi dan lirik lagu “Genderang Perang Melawan Narkoba” dan “Himne Anak Muda Keluar dari Neraka” dan digubah Ian Antono). Dalam kegiatan itu, bersama empat tokoh masyarakat lain, Taufiq mendapat penghargaan dari Presiden Megawati (2002).

Kini Taufiq menjadi anggota Badan Pertimbangan Bahasa, Pusat Bahasa dan konsultan Balai Pustaka, di samping aktif sebagai redaktur senior majalah Horison.

Anugerah yang diterima:

1. Anugerah Seni dari Pemerintah RI (1970)
2. Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977)
3.South East Asia (SEA) Write Award dari Kerajaan Thailand (1994)
4. Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994)
5. Sastrawan Nusantara dari Negeri Johor,
Malaysia (1999)
6. Doctor honoris causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (2003)

Taufiq Ismail menikah dengan Esiyati Yatim pada tahun 1971 dan dikaruniai seorang anak laki-laki, Bram Ismail. Bersama keluarga ia tinggal di Jalan Utan Kayu Raya 66-E, Jakarta 13120.
Telepon (021) 8504959
Faksimile (021) 8583190
Pos-el: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Dilansir dari situs Balai Bahasa Bandung

Berikut alamat situs yang mengulas tentang biografi Taufiq Ismail

TAUFIQ ISMAIL di Figur Publik

TAUFIQ ISMAIL di Wiikipedia Indonesia

TAUFIQ ISMAIL di Forum Bahasa & Sastra

About these ads

45 Komentar

  1. oley said,

    wah, nih dia. aku pengen lebih tau tentang dia. q harap, TB (tongkronganbudaya) mau muatin beberapa dari puisi-puisinya. kalo bisa diterjemahin, kayak pada puisinya Sapardi yang di tulis oleh Muhammad Zaini di blog ini. ok!!

  2. Nongkrong said,

    InsyaAllah kami usahakan, terima kasih telah berkunjung

  3. kaito724 said,

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/pengetahuan_umum/biografi_taufiq_ismail/

  4. kurainzan said,

    bagus lah perlu dikembangakan

  5. Fendy said,

    ok thx yah aku udah nemuin biografi nya taufik ismail

    soalnya buat tugas sekolah nih…..aku juga pengen kok terjemahan nya…trima kasih tim TB

  6. Floory said,

    Mksih yow!BiografiNya lengkap banget!Soalnya aku bener2 btuh bwat tugas School!Bravo aja deh!

  7. setya budi said,

    makasih infonya lengkap habis..aku kutip bolehkan? thanks

  8. Aisu Shansan said,

    makasih tas info biografinya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    tugas mata diklat indonesianku jadi terbantu………….

  9. ilaaang said,

    mmmmmakaaasihhhhhhh yaaa da di bantuinnnnn

  10. RutH said,

    hehehehe tgs b.Indonesia keLar…
    thk Taufik Ismail

  11. s.s.alverca iz sammy litua said,

    hehehehehe ruth u ambil dri sini,ya?
    gw boleh ikutan,kan?
    finish,dech ama bu mt

  12. marizza said,

    makasih ya lengkap and detil bgtz blh ya aku copy dari sini, tugas b.indo nech…

  13. Nongkrong said,

    Pada semua komentar:
    Kami turut senang bila banyak informasi yang dapat membantu anda. Beberapa permintaan akan diusahakan secepatnya. Terima kasih.

  14. herman said,

    Thanks banget……. biografinya memuaskan

  15. Restu said,

    wah saya pengen jadi Taufik Ismail k2 nih??..

    mudah2an saya bisa….

    lanjutkan……….

  16. hafidzah said,

    thanks banged buat yang bikin biografi nya yah…
    tugas b.indonesia terbantu…

  17. hafidzah said,

    thanks banged buat yang bikin biografi nya yah…
    tugas b.indonesia akhir nya selesai…

  18. nu_RLz said,

    makacih yuah yg dh bkin biografinya
    tugasku akhrnya slesai

  19. Suryo Rizky Yangky said,

    muatin dunk puisi2 ny mba taufiq ismail… klu bsa dari yg plg lama ampe yang paling baru

  20. Suryo Rizky Yangky said,

    Ada bnyk tg ne,, disru cari puisi2ny Taufiq Ismail… tlg mautin yah puisi2ny…

  21. maharani deta putri said,

    aq pengn bget kayak bpak Taufik Ismail……
    punya banyk karya………..
    kgum dech!!!!!!!!!!

  22. whidi3 said,

    trims ya bwt biografi,nY

  23. IDONG said,

    WAW,,,COCOK banget buad tugas bahasa indonesia…tarengkyu yahh sangat uakeh,.,.,.,.,

  24. IDONG said,

    WAW,,,COCOK banget buad tugas bahasa indonesia…tarengkyu yahh sangat uakeh,.,.,.,.,josjos

  25. Ruang hati buat sang pecinta | kumpulan puisi sang pecinta said,

    [...] taufik ismail [...]

  26. uki said,

    wah
    taufik ismail harus d jadikan pahlawan nasional

  27. cucu adhikomara said,

    untuk bacaannya..bagus… buat tugas bahasa indonesia….
    terima kasih…

  28. yeni nur alfiah said,

    thankz ………. nyop.. finally I have finished my job……………

  29. nani said,

    ini dia biogeafi tokoh yang aku cari

  30. Dewi said,

    Aku mau tanya ada yang punya puisi Taufik Ismail yg judulnya “Makan Daging Saudara Sendiri’ tak? coz aq search ga dapet2, aq tau puisi ini waktu ikut lomba puisi 3 tahun yg lalu, tp antologinya hilang,…please, aq suka bgt ma puisi itu,…thnks kalo ada yg mau bantu…

  31. astuti said,

    thanks bgts,,,,,ats informsinya yg lgkap,,! aku boleh mgkopinya bwt tugs bhasa jwa kan,,,

  32. indah said,

    woooooow hebat,

  33. Zulfan said,

    PARTAI KOALISI SENIMAN INDONESIA
    PAKSI
    Mengucapkan :

    Selamat Hari Raya Idul Fitri
    1431 H
    Minal Aidin Wal Faizin
    Mohon maaf lahir dan Bathin

    Paksi Mengubah yang tak mungkin akan menjadi nyata

    Majulah Bersama Paksi
    Partainya orang muda
    Orang muda yang berpartai

  34. ginda Pubian Artikel said,

    baca2,, cari referensi sob… d tunggu kunjungan balik’y sob??? :)

  35. WahYou Eka Solo said,

    Mkasih.. infonya n slam knal bwt smuanya….

  36. Andin said,

    bolehkah ak tau alamat e-mail beliau??

  37. zhadhi said,

    wah makasih baget informasinya.
    cayo !

  38. ulfah said,

    Waaaah thanks banget yaaah tugas terbantu.thanks banget \(‾▿‾\) ┌(_o_)┐(/‾▿‾)/

  39. Timmy said,

    Wah, makasih sudah share. dapat juga tugas sekolah saya

  40. nabila said,

    aq mw tnya.. pantun karya taufiq ismail yg
    daun dilam di pintu raja
    bakar capa di pohon lontar

    smbungan ny ap..

  41. Tri Kurniawan said,

    saya mau ketemu pak tofik ismail???

  42. rePublik Sastra » Blog Archive » Taufiq Ismail Aktif Diberbagai Kegiatan. said,

    [...] Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya Sumber Share/Bookmark Artikel TerkaitLeila Chudori Tampil di Festival Sastra Belanda Afrizal Malna; [...]

  43. sarli said,

    makasih kami bs krjkn tgs berkat biografi ni

  44. gimin saputra said,

    salam bahagia buat tokoh sastrawan,,,

  45. gimin saputra said,

    BAGIAAN

    1

    PERSAHABATAN

    BERLALU BEGITU SAJA

    Tiada aku di ingat lagi oleh sahabat lama
    Seakan aku tidak pernah menjadi temannya
    Semuanya berlalu begtu saja
    Rasanya aku sudah terlupakan dalam buku persahabatannya
    Juga hilang tertimbun rongsokkan sampah
    Hingga akhirnya aku tidak terkenang oleh sahabat ku lagi

    Aku coba untuk mencarinya dan bahkan menemuinya
    Supaya aku jangan di lupaknnya
    Namun seribu kali sayang harapan itu tidak aku dapakan

    Setelah sekian lama akhirnya aku betemu dengan sahabat ku
    Saat aku duduk disampingnya bahkan sahabat ku
    Tidak lagi memperdulikan kehadiran aku
    Malahan dirinya sibuk dengan orang yang dianggap
    Sangat berarti dalam hidupnya saat itu

    Dia abaikan aku saat pujaan hatinya menghubungi lewat udara
    Dia ketawa begitu bahagia seakan aku tidak ada disampingnya
    Itu semua terus berlanjut hingga aku pergi tanpa berpamitan kepadanya

    Setalah kejadian itu baru aku sadari siapalah aku ini bagi dirinya
    Hanya sehelai kertas yang tidak ada artinya
    Hanya seonggokan daging yang tidak ada harganya
    Hanya segenggap kabut yang tidak ada nilainya
    Mungkin ini kah suratan garis kehidupan harus aku jalani

    Sahabat ku terima kasih untuk selama ini
    Telah bersedia bersama aku

    SELAMAT BERPISAH
    Dahulu kita sangat dekat
    Sedekat udara yang kita hirup
    Sedekat air yang kita minum
    Laksana kelopak bunga melati dengan tangkainya

    Tapi kini ikatan persahabatan menjadi air mata
    Kedekatan kita menjadi aurah kesedihan tiada tara
    Karena kita tidak lagi dapat bersama
    Maaf jika selama ini aku punya salah dan dosa

    Berharap pada engkau yang pernah menjadi sahabat ku
    Tidak akan lupa mendoakan aku dalam setiap sholat mu
    Tidak akan lupa untuk mengucap selamat makan sahabat ku
    Begitu juga aku terhadap mu tidak akan terlupakan bersama waktu

    Memang keputusan yang aku ambil untuk berpisah dengan mu
    Sangat menyakitkan bagi diri mu
    Tapi mungkin itu yang terbaik untuk mu
    Karena jika aku bersama mu sangat menyulitkan mu

    Sahabat jangan lah menangis hapus lah air mata mu
    Kita berpisah bukan berarti aku melupakan mu
    Diri mu akan selalu aku kenang dalam suka dan dan duka ku
    Begitu lah diri mu yang tidak terganti oleh siapapun di hati ku

    Sahabat selamat berpisah semoga engkau bahagia selalu
    Itu lah doa ku untuk orang yang pernah ada bersama ku
    Sahabat hanya ribuan terimah kasih terucap untuk mu
    Demi kebaiakan selama ini engkau pernah berikan pada ku

    TOLONG SATUKAN KAMI
    Tidak pernah aku memiliki sahabat seperti mu
    Tidak ada penganti seperti diri mu
    Laksana bulan penerang gelapnya malam ku
    Ibarat setangkai sapu lidi yang sama membahu

    Kini aku mengerti hanya dirimu yang memahami
    Tidak pernah terpikirkan untuk mencari penganti
    Karena ku masih menyayangi mu
    Karena ku masih mencintai mu

    Aku coba bertahan dari kisah ini
    Meski sering menjatuhkan air mata yang suci
    Walau terkadang rasa sakit yang dihadapi
    Disini ku mananti mu untuk kembali

    Wahai angin yang bertiup sampaikan kepadanya
    Wahai burung yang terbang katakan kepadanya
    Bahwa aku disini membutuhkan kasih sayangnya
    Walau aku tidak bisa memiliki dia sepenuhnya

    Sahabat……
    Jangan pergi untuk meninggalkan aku
    Jagan pergi jauh dari aku
    Sebab aku sangat memerlukan mu

    Tuhan…..
    Tolong lah satukan kami
    Sahabat impian yang telah lama pergi

    TAK ADA YANG ABADI

    Hari ini..
    Tak ada lagi puisi yang ku tulis untukmu…

    Hari ini..
    Tak ada lagi kata-kata indah yang ku tulis untukmu…
    Semua terdiam dan membisu…
    Hanya tetesan air mata di pipimu…

    Sahabat……..
    Hapuslah air matamu…
    Ku tak mampu lihat semua itu…
    Padamu, ku ucapkan sejuta terima kasih…

    Sahabat…
    Waktu telah mengantarkan kita…
    Pada satu titik pemahaman…
    Bahwa di dunia ini tak ada yang abadi…

    Sahabat….
    Kini saatnya kita harus berjalan sendiri…
    Melangkah mengikuti takdir yang telah tergariskan…
    Dalam ruang dan waktu yang berbeda…

    Sahabat…
    Semoga waktu takkan membuat kita lupa…
    Bahwa kita pernah ada, kita pernah punya cerita…
    Walau perpisahan ini menyisakan luka…

    Tapi yakinlah…
    Bahwa kau takkan tergantikan…

    TERPASAK AKU AKHIRI

    Meski ku tahu
    Keputusan yang ku ambil ini
    Sangat menyakitkan hati mu
    Sangat menydihkan bagi diri mu

    Tapi jika tidak ku akhiri
    Aku takut diri mu akan bertambah sengsara
    Aku takut diri mu akan terluka
    Bila nanti kita terus bersama

    Ku berpisah dengan mu
    Ku pergi dari mu
    Bukan berarti aku akan melupakan mu
    Karena diri mu tak akan terganti di hati ku

    Kebaikan mu, keramahan mu kecantikan mu
    Akan selalu hidup di sanubari ku
    Sahabat maafkan jika selama ini aku punya salah pada mu
    Persahabatan kita mungkin sampai disini saja dulu,,

    Hanya doa ku kepada mu
    Semoga kebahagian selalu bersama mu
    Kegembiraan tak akan jauh dari mu
    Kesehatan jasmani rohani selalu menyertai mu

    Sahabat…..
    Bahwa di dunia ini tak ada yang abadi
    Kini saatnya kita harus berjalan sendiri
    Melangkah mengikuti takdir yang telah tergariskam
    Dalam ruang dan waktu yang berbeda
    Walau perpisahan ini menyisakan luka
    DEMI KEBAHAGIAN SAHABAT KU (RURA)

    Jika memang aku tak berarti bagi mu
    Ya aku tidak akan didekat mu
    Walau berat rasanya jauh dari mu

    Jikalau ku memang tak berguna bagi mu
    Ya aku tidak akan didekat mu
    Karena ku hanya sehelai tisu yang tak bermutu

    Jika memang aku tak berharga bagi mu
    Karena ku hanyalah sehelai uang yang tak laku
    Ya aku akan beranjak dari pandangan mu

    Jikalau aku memang tak bernilai bagi mu
    Karena ku hanyalah sampah yang bau
    Ya aku akan enyah dari tatapan mata mu

    Jikalau memang aku menjadi beban dalam hidup mu
    Seakan aku hanya bikin diri mu malu
    Karena kehidupan ku yang tak semaju kamu
    Ya aku akan mingir dari jalan langkah mu

    Jika aku hanya penyakit bagi mu
    Laksana nyamuk di hamparan sampah bau
    Ya aku akan tebang jauh dari indah tubuh mu

    Jika aku hanya secuil sembilu bagi mu
    Hanya buat mu terluka pilu
    Ya aku akan menghilang dari lembutnya hati mu
    Begitu takutnya aku mencampuri kehidupan mu
    Meski berat untuk berpisah dengan mu

    PESAN BUAT SAHABAT
    Sahabat….
    Jika suatu saat kau membaca goresan ku ini
    Ingatlah saat-saat kita tertawa sambil menari
    Walau kini semua itu tak akan terjadi lagi
    Karena kau dan aku tak sehaluan lagi

    Sahabat…..
    Di sudut sepi berpintukan sejuta rindu
    Berkipaskan angin yang menambah pilu
    Seakan berjalan di lantai yang dipenuhi paku
    Semenjak kau pergi dari relung hidup ku
    Begitu aku sangat merindukan senyum kehidupan dari mu

    Sahabat…..
    Hanya satu pesan dari ku kepada mu yang jauh disana
    Ingatlah aku walau itu hanya sepintas saja
    Kenanglah aku walau itu hanya sekejap saja
    Jangan hapus nama ku meski sudah ada si dia

    Sahabat….
    Aku yang telah kau tinggalkan pergi hanya berteman sepi
    Tidak akan melupakan apa yang telah terjadi
    Nama mu tidak akan terganti sampai darah ini berhenti
    Bayangan wajah mu tidak akan tersingkir hingga hanyat ini menghampiri
    Karena begitulah berartinya diri mu duhai sahabat sejati

    AKU MERINDUMU

    Ku tatap lembaran yang pernah kita ukir
    Ada bekas goresan di dinding hati ku
    Denyut-denyut perih menghujam pilu jantung ku
    Merinding ruang jiwa perih ku

    Maaf jika aku merindu mu
    Sosok jiwa pernah hadir di hari laluku
    Seiring melawan gelapnya malam kelabu
    Bermusik lagu orang bisu

    Kini engkau dan diriku tak bersama lagi
    Berada dalam jarak yang tak terpantau lagi
    Gerak yang tak dapat digapai
    Tawa mu yang mendamaikan
    Senyum mu yang memberikan kebahagian
    Di saat resa menyelimuti batin ku
    Di saat tangis menggantung di awan hati ku

    Tapi hanya sebatas rindu
    Pada sahabat masa lalu ku

    Karena rasa kita tidak lagi serupa
    Jalan kita tidak lagi searah
    Maaf aku jika aku merindu mu
    Maaf aku kali ini mengenang mu

    AKU MEMBUTUHKAN MU
    Sahabat….
    Ini hari yang kesekian aku sendiri
    Ini bulan sekian aku seorang diri
    Ini tahun aku tanpa diri mu lagi
    Tidak kah terniat dirimu untuk menemaniku
    Untuk sekedar menghubungi diri ku

    Sahabat….
    Bukankah aku ini juga sahabat mu
    Walau hanya seorang sahabat masa lalu mu
    Yang selalu membangkitkan amarah batin mu
    Yang selalu membebani langkah kaki hidup mu

    Sahabat….
    Aku kesepian
    Aku kedinginan
    Aku butuh kehangatan
    Di sela waktu mu bersama yang lain

    Sahabat…
    Aku juga butuh nasehat mu
    Dalam menjalani roda kehidupan
    Dalam melawan nasib yang tak berhenti menggilasku
    Di sini aku terus menunggu mu

    BERJUMPA PASTI BERPISAH

    Dalam hidup dialam pana
    Setiap perjumpaan pasti berpisah pula
    Karena itu sudah menjadi takdir Yang Esa
    Perpisahan ini memang sedih untuk dirasakan
    Seakan hidup tiada kegembiraan
    Bagai berjalan dikelam cahaya bulan

    Begitulah hal yang diamali saat berpisah dengan mu
    Kecerian tawa ini terhenti mendengar kabar mu
    Kegembiraan bertukar dengan isak tangis pilu

    Kepergian mu dari sisi dan naluri
    Meninggalkan sejuta kenangan dihati
    Kenagan mu yang akan dibawa mati

    Meski sakit untuk dihayati dimalam hari
    Dalam perpisahan ini hanya satu harapan dari diri
    Kenaglah jiwa yang separuh mati ini
    Ingatlah kemana juga diri mu pergi

    Disini jiwa buruk ini selalu mengenang mu
    Selalu merindukan mu yang jauh dipintu pilu

    Keindahan bersama mu
    Tak akan terlupakan walau dimakan waktu
    Hanya do’a suci dapat ku berikan pada mu
    Demi melepas kepergian mu
    Semoga kebahagian selalu setia bersama mu

    TEMAN KU TELAH PERGI
    Tiada terasa waktu begitu cepat berlalu
    Bagai angin yang meniup aruh debu
    Membawa terbang keudara biru
    Mungkin tiada lagi untuk bertemu

    Begitu nasib yang ku alami
    Teman ku yang sejati
    Pergi tinggalkan aku yang dilanda sepi
    Hanya tangisan yang bisa ku ratapi

    Teman….
    Kau pergi disaat ku butuhkan mu
    Kau berjalan disaat aku memerlukan mu
    Kau menghilang dikala aku mengingginkan mu
    Kepergian mu hanya meniggalkan kenangan untuk ku

    Terpaksa ku lepaskan duhai teman
    Walau sakit yang harus ku telan
    Karena ku tahu setiap pertemuan
    Pasti akan berakhir dengan perpisahan

    Teman…..
    Air mata pun kian terurai
    Laksana hujan yang membajiri bumi pertiwi
    Melihat lambaian tangan mu yang putih suci
    Lambain terakhir yang jadi kenangan dalam mimpi

    Teman….
    Ku harap pada mu
    Meski berjahuan kau dan aku
    Namun diri mu akan tetap dihati selalu
    Meski waktu ini terus barlalu
    Juga begitu dengan diri mu yang jauh disana
    Ingatlah aku selalu
    Meski kau sibuk dengan waktu mu
    SAHABAT SEJATI

    Sahabat tak ubahnya atmosfer
    Dengan meredam sebuah energi besar
    Melindungi semua makhluk di bumi
    Menjadi sumber dari segala kehidupan ini

    Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi
    Dia lah ladang hati
    Bertabur kasih harum kasturi

    Dituai dengan penuh rasa terima kasih
    Dia adalah naungan dalam mencari kedamaian birahi

    Di kala berpisah dengan sahabat
    Sungguh sangat menyiksa hasrat
    Pedihnya begitu menyayat
    Karena separuh hati
    Telah dia bawa pergi

    Sahabat datang bukan hanya sekedar bersama dalam membunuh waktu
    Namun sahabat datang untuk menghidupkan sang waktu
    Sahabat mengisi kekurangan memberi jika kita tiada

    Dalam tetesan embun pagi tersirat kelembutannya
    Sentuhan kasih sahabat terbaik ku
    Buat jiwa ini selalu rindu
    Meski kini kita tak bersatu
    Tapi begitulah arti sahabat sejati bagi ku

    TEMAN KU ADA PERLU
    Ku selalu berharap kepada mu
    Ku selalu menantikan sayang dan cinta mu
    Ku tahu pasti bosan kalau aku berbicara tentang semua ini
    Hingga ada alasan yang kau dapatkan

    Untuk akhiri cerita ini
    Diri mu selalu berkata
    ” Maaf ya ada teman ku, dia ada perlu””

    Meski sambungan cerita ini tidak tahu akan di ulang lagi
    Namun aku hanya bisa diam
    Karena itu semua hak mu

    Selesai kata mu ya aku tutup
    Meski hati ini sedikit berkata
    ”Ada sesuatu baru yang lama mulai dilupakan”

    Namun satu hal yang meski tahu bahwa rasa ini tidak pernah mati
    Meski telah coba untuk membunuhnya

    SAHABAT

    Sahabat…
    Wajah mu yang unik
    Membuat hati tidak berkutik
    Untuk melupakan disaat asik
    Di kala bermain dipantai klasik

    Sahabat…
    Jasa mu akan selalu aku kenang
    Dalam keadaan susah maupun senang
    Muarah kasih sayang mu akan selalu terkenang
    Lewat tawa mu yang gemilang

    Sahabat….
    Nama mu akan selalu dehati
    Meski dikelabui rasa sepi
    Karena diri mu adalah cahaya dalam gelap ku
    Menjadi lampu dalam kehidupan ku

    Sahabat…
    Wajah mu, Tawa mu, senyum mu
    Tidak akan pernah pudar dimakan waktu
    Begitulah abadinya nama mu dihati ku
    Hingga hayat nanti menjemput diri ku

    SEBATAS SAHABAT
    Di malam hitam kelabu penuh sahdu
    Ku tatap kedipan bintang kehidupan
    Berchaya dengan begitu indahnya
    Menginggatkan aku pada sosok wanita

    Dulu pernah hadir dalam hidup ku
    Menggajak aku bercanda penuh rasa haru
    Mengenalkan akan arti kehidupan
    Meski itu hanya sebatas sahabat

    Begitulah mulianya kasih mu
    Tanpa mengharapkan imbalan dari ku
    Begitulah tulusnya cinta mu
    Demi perubahan untuk masa depan ku

    Tapi kini semuanya telah berubah
    Diri mu pergi dan tidak akan kembali
    Tinggalkan aku yang sangat membutuhkan diri mu
    Tinggalkan aku disaat persahabatan bersemi dihati ku

    Meski diri mu telah pergi dari sisi
    Namun diri mu tidak akan terganti
    Sampai nafas ku terhenti
    Walau itu hanya sebatas teman sejati
    .

    SAAT TERBARING SAKIT

    Sahabat…
    Saat diri mu terbaring sakit
    Tidak terdengar lagi tawa manja mu
    Tidak terlihat lagi senyum manis mu
    Di alam pana dan luas ini

    Sahabat….
    Hidup aku terasa sepi
    Laksana hidup dihamparan pasir mati
    Hanya berteman hembusan badai
    Tidak ada tempat bercanda lagi

    Sahabat….
    Aku berdo’a pada Tuhan Kuasa
    Semoga diri mu lekas sembuh
    Karena diri mu begitu berarti
    Demi menempuh hidup ini

    ARTI SAHABAT
    Sahabat…
    Diri mu laksana setetes air
    Jatuh dari langit yang bersinar
    Mampu menghijaukan bunga mawar
    Meski duri kehidupan mencakar

    Kehadiran insan seperti mu
    Membawah perubahan dalam waktu
    Laksana cermin putri salju
    Memberi penerang dalam hidup ku

    Kata-kata yang engkau umbarkan
    Baik dalam kesedihan maupun dalam kebahagian
    Bisa menghancurkan teka-teki kehidupan
    Saat ini sulit untuk dilawan

    Keberadaan hati mu dalam hatiku
    Sungguh sangat berarti dalam langkah ku
    Terciptanya mahluk seperti mu
    Sangat berjasa dalam jiwa keras ku
    Begitulah berartinya dirimu bagi ku

    .

    JANGAN LUPAKAN AKU
    Kenang lah aku duhai sahabat
    Di sela waktu bersama pacarmu
    Ingat lah aku duhai sahabat
    Dalam kebahagian bersama kekasih mu

    Rindukan lah aku duhai sahabat
    Di saat indah bersama belahan jiwa mu
    Sebutlah nama ku duhai sahabat
    Di balik kegembiraan orang yang kamu cintai

    Begitu ku berharap pada mu sahabat ku
    Begitu aku ingin selalu jadi sahabat mu
    Karena diri mu adalah inspirasi hidup ku
    Sejak dahulu hingga sekarang

    Hanya satu pinta hati ku pada mu
    Jangan lupakan aku duhai sahabat ku
    Meski kita telah terpisah jauh
    Dan ingatlah aku dimana pun diri mu berada

    Sahabat ku kau adalah tetap yang terbaik
    Sampai darah ini berhenti mengalir
    Sampai denyut nadi ini tidak berdetak
    Begitulah sahabat ku berartinya diri mu bagi ku

    KAU LUPAKAN AKU

    Diri mu yang dahulu telah berubah
    Kau anggap pertemuan kita dahulu
    Kebersamaan kita dahulu
    Canda dan tawa kita dahulu
    Kebahagian dan kesedihan kita dahulu
    Persahabatan kita dahulu
    Hanyalah secara kebetulan saja

    Bahkan kau anggap tak pernah terjadi
    Kau lupakan segalanya saat perpisahan terjadi
    Dan mengakhiri kebersamaan kita selama ini

    Kerinduan ku tiada arti bagi mu
    Karena ku kau anggap hanya orang tak berguna
    Juga seorang yang tak pantas untuk teman mu saat ini
    Karena diri mu telah hidup lebih maju dari aku

    Kau pergi jauh dari ku
    Dalam meningkatkan mutu, kuwalitas pola pikir mu
    Sedangkan aku apa hanya seperti mentimun bungkuk
    Tergolek-golek dalam lumunan orang bijaksana

    Meski kau lupakan aku disini
    Namun kebaikan dan jasa mu selama ini
    Tidak akan pernah terlupakan
    Makasih sahabat ku atas kebaikan mu selama ini

    TEMAN KU JAGAN LUPAKAN AKU

    Tiada ku sangka teman ku da lupa sama aku
    Tiada ku duga secapat itu kau lupakan aku

    Memang ku sadari
    Aku bukan lah teman yang baik bagi mu
    Juga aku tidak pantas jadi teman mu
    Karena aku orang yang tak punya

    Sedangkan diri mu adalah anak yang berada
    Jadi apa gunanya aku kau ingat
    Apa gunanya aku kau rindukan
    Hanya membuat beban dalam hati mu

    Tapi bagi ku kau adalah teman terbaik ku
    Tidak akan ku lupakan kebaikan mu
    Apa lagi jasa mu yang telah kau berikan
    Walau kau dan aku terpisah jauh

    Kejauhan dengan mu
    Tidak menjadi penghalang bagi ku
    Juga tidak menjadi alasan untuk melupakan mu
    Karena kau adalah taman terbaik ku
    Walau itu terjadi pada masa lalu
    .

    TEMAN SEJATI DAN TEMAN SAKIT HATI
    Memang sulit mencari teman sejati
    Seakan mencari jarum dalam tumpukan jerami
    Dalam menemani dan memahami isi hati
    Apa lagi rela hidup semati demi teman sejati

    Mencari satu teman sejati diantara ribuan teman
    Amatlah sulit bagaikan meniti diatas rambut
    Juga mencari berlian dalam kegelapan
    Juga mencari butiran mutiara dipadang pasir

    Namun sebaliknya banyak terjadi
    Teman sejati susah dicari
    Teman sakit hati banyak dijumpai
    Teman sakit hati
    Sangat lah mudah dicari
    Bagai kerbau makan dipadang rumput yang hijau
    Juga menampung air saat hujan turun

    Kenapa itu bisa terjadi
    Karena teman sejati
    Adalah tak harus memiliki
    Sedangkan teman sakit hati

    Hanya bisa menghabisi dan mebuat kita menangis
    Dan saat kita menagis dia malah ketawa
    Teman sejati derita kita adalah luka dia
    Kebahagian kita adalah kesenangannya

    DI KEBUN JAGUNG
    Sore kamis yang indah
    Memwarnai merah muda lidah
    Di hembus angin yang bertiup sepoi
    Menyentuh kulit berlapis kain sutra asli

    Di bawah langit yang cerah merona
    Terlihat sorak-sorai tawa manja
    Dari mulut teman yang sejawat
    Seakan tiada masalah yang melekat

    Di hamparan kebun jagung yang kecil
    Di terangi kobaran api berkayukan kerikil
    Membakar setungkul jagung yang masih muda
    Berbumbukan susu dan mentega
    Meski wajah terasa lelah sehabis pulang kuliah
    Dalam mencari kebahagian di masa depan yang cerah

    Hilang seketika saat bersama bergembira ria
    Sambil membakar jagung dan bermain api penuh rasa bangga
    Sungguh suatu peristiwa yang indah dan penuh makna
    Tak mungkin akan terulang untuk kedua kalinya
    Bagiakan peristiwa sejarah yang di alami dunia
    Juga suatu pembelajaran dan kenangan yang sangat berharga
    Saat bersama-sama dengan sahabat tercinta

    Kebahagian dan rasa gembira dalam kebun jagung
    Meninggalkan kenangan yang tak akan lekang
    Lekang oleh waktu yang terus menghadang
    Hingga badan di jemput yang maha penyayang

    SELAMAT BERPISAH
    Sahabat…
    Tiada terasa waktu begitu cepat berlalu
    Tiga tahun sudah kita bersatu
    Dalam menuntut ilmu
    Pada ibu dan bapak guru
    Dalam ruangan yang bertembokan batu

    Sahabat…
    Kehadiran mu didalam hidup ku
    Membawa perubahan dalam hidup ku
    Laksana cermin putri salju
    Memberi penerang dalam gelap hidup ku

    Sahabat…
    Kebahagian yang dirasakan
    Akan berakahir dengan sebuah perpisahan
    Canda tawa kebersamaan
    Berganti dengan air perpisahan

    Shabat…
    Meski kita tidak bersama lagi
    Tapi kisah dan kenangan tidak sampai disini
    Karena nama mu tidak akan terganti
    Sampai nafas ini berhenti

    Sahabat…
    Selamat berpisah
    Mohon maaf jika selam ini ku bersalah

    BAGIAAN

    2

    KELUARGA

    IBU ITU LAH AKU MEMANGGIL MU
    Ibu itu lah aku memanggil mu setiap hari
    Karena tanpa mu ku tak kan ada di dunia ini
    Tak terbayangkan berapa berat beban yang harus kamu hadapi
    Selama aku dalam kandungan mu sembilan bulan sembilan hari

    Ibu itu lah aku memanggil mu setiap hari
    Tidak berakhir derita mu meski aku telah terlahir ke dunia ini
    Bertubi-tubi rasa nyeri dan perih seakan bisa membuat mu mati
    Dalam membesarkan hingga ku tahu semua isi alam raya ini
    Begitu besar perjuangan mu bagaikan laut yang tak bertepi

    Ibu itu lah aku memanggil mu setiap hari
    Langkah demi langkah mu berlukisan sejuta inspirasi
    Dalam mengayomi dan menasehati jika aku dijalur kiri
    Meski terkadang aku menjatuhkan air mata mu yang suci
    Meski terkadang mulut ku lancang hingga hati mu tersakiti
    Namun amarah kemarahan mu berkata jagan kamu ulangi lagi

    Ibu itu lah aku memanggil mu setiap hari
    Sosok seperti mu adalah pahlawan dalam hati ini
    Sosok seperti mu adalah pelita dalam batin ini
    Ibarat telaga yang tak pernah airnya berhenti
    Begitu abadi kasih sayang mu di dalam hati

    Ibu itu lah aku memanggil mu setiap hari
    Hanya ribuan terima kasih terucap dari hati
    Hingga kau buat aku hidup seperti ini

    NENEK KU TELAH TIADA
    Kini hidup ku terasa sepi berselimutkan pilu
    Kini jalan ku terasa buntu berpagarkan gedung batu
    Kini langkah ku terasa kaku berbebankan sejutah rindu
    Semenjak kepergian mu dari hari-hari ku
    Walau berat namun harus aku jalani meski tanpa mu

    Nenek ku…..
    Terima kasih atas semua yang telah diberikan pada ku
    Semua kasih sayang yang telah engkau curahkan pada ku
    Semua pengorbanan yang telah engkau lakukan hannya untuk ku
    Begitu tulus niat mu tanpa menuntut balasan dari ku

    Nenek ku….
    Kini disini aku merindukan saat bersama mu
    Merindukan nasehat dan kasih sayang mu
    Ingin rasanya aku berjumpa dan melihat wajah mu
    Walau itu hanya sepintas lalu dalam mimpi ku

    Tuhan ku…..
    Sesungguhnya aku tak rela kehilangan nenek ku
    Tapi aku sadar semuanya itu milik Mu
    Namun ku tahu semua ciptaan Mu akan kembali kepada Mu
    Begitu juga aku meski ku tak tahu bila waktu ku kembali pada Mu

    Oh…. Tuhan ku….
    Jagalah dia selalu dan bahagiakan lah dia disisi Mu
    Berikan lah dia tempat yang suci di mata Mu
    Karena dia adalah nenek terbaik ku

    Selamat jalan nenek ku
    Disini aku selalu mendoakan diri mu
    Moga bahagia dengan alam mu yang baru

    IBU

    Ibu….
    Tulus kasih sayang mu
    Suci dan mulia cinta mu
    Melebihi satu nyawa milik mu
    Semua hanya demi kebahagian aku anak mu

    Ibu….
    Panas cahaya mentari membakar kulit mu
    Berderuk-deruk suara tulang tua mu
    Bekerja tanpa kenal waktu
    Namun semua itu tak surutkan semangat mu
    Semua hanya untuk aku anak mu ibu

    Ibu….
    Sering aku menyati hati mu
    Kamu hanya menangis dan diam membisu
    Tidak sedikitpu terniat untuk memarahi ku
    Malahan ibu berkata pada ku
    Jangan kamu ulangi lagi anak ku

    Ibu….
    Sungguh mulianya hati mu
    Maafkan lah anak mu ini
    Atas kesalahan yang terbuat selama ini

    IBU MAAFKAN AKU
    Ibu……
    Engkau sirami kesedihan ku dengan senyum mu
    Engkau rangkul aku dengan pelukan mu
    Engkau didik aku dengan indah nasehat mu
    Engkau ajari aku dengan tutur kata lembut mu
    Engkau hujani aku dengan doa-doa mu

    Ibu…..
    Engkau jemur kulit mu demi aku
    Engkau kuras tenaga mu demi aku anak mu
    Engkau nyanyikan lagu senduh demi kesenangan ku
    Tak kenal siang dan malam menghadang mu

    Ibu……
    Engkau tumpuan harapan dalam penderitiaan ku
    Engkau daya kekuatan dalam kelemahan ku
    Engkau tongkat tempat ku berdiri dari kejamnya waktu

    Ibu…..
    Engkau lah segala-galanya bagi ku
    Engkau lah pahlawan dalam hidup ku
    Engkau lah pelita dalam hati ku

    Ibu….
    Ketulusan dan ketabahan dalam merawat ku
    Walau terkadang menetes air mata mu
    Karena kenakalan ku yang menyakiti hati mu
    Begitu besar jasa mu laksana seorang ratu

    Ibu…..,
    Maaf kan lah kesalah anak mu ini yang tak tahu malu
    Atas sikap engkar atas suruhan mu
    Atas kata-kata yang tak pantas aku lontarkan pada mu

    KASIH IBU
    Dalam malam kelam diri mu terbangun
    Walau mata indah mu berat dibuka
    Karena tangis ku yang begitu nyaring
    Itu semua tidak jadi penghalang bagi mu
    Karena akan sayang mu padaku anak mu

    Belum hilang rasa lelah mu
    Dari menjaga ku di hari siang
    Mengajari mengenal alam dunia
    Dengan kasih sayang mu
    Sungguh muliah jasa mu oh ibu

    Cucur keringat dalam membesarkan ku
    Sakit senang engkau lewati
    Semua hanya demi keberhasilan ku
    Untuk masa depan ku yang panjang

    Ibu jasa mu tidak akan terlupakan
    Kasih mu tak akan pernah tergantikan
    Meski hidup ku sebagai pengantinya
    Begitulah besarnya pengorbanan mu
    Ibu ku demi akau anak mu

    AYAH KU PETANI KARET
    Ayah ku tercinta seorang petani karet
    Menuai hasil karetnya pada hari ahad
    Berangkat pagi hingga senja
    Demi mencari sesuap nasi untuk keluarga tercinta

    Tak dihiraukan panas membakar kulitnya
    Akar kayu rimba menusuk kakinya yang tua
    Semak belukar tempat hidup binatang buas yang harus dilaluinya
    Tidak menyurutkan langkah mu ayah ku tercinta
    Cucur keringat yang telah tercurahkan

    Hembusan nafas yang telah dikeluarkan
    Tenaga yang semakin hari semakain menurun
    Keriput tulang pipih mu gambaran perjuangan
    Namun semangat mu tak pernah pudar
    Meski terkadang langkah mu gemetar

    Begitulah pengorbanannya
    Sabagai seorang ayah dari anak-anaknya
    Juga sebagai seorang suami dari istrinya
    Dalam mencari nafkah tak kenal lelah
    Ayah begitulah besarnya jasa mu

    Tak akan ternilai oleh rupiah
    Tak akan terbayar oleh segudang emas
    Tak akan bisa digantikan oleh intan dan permata

    BAGIAAN

    3

    KEHIDUPAN

    AKU BUKAN DIA ATAU DIRINYA

    Diri ku bukanlah seorang foto model
    Bukan pula seorang perancang busana pakain model
    Hanya hobbi ku saja gemar berfoto gaya model
    Hanya kesukaan kusaja berpakain seperti para model

    Aku bukanlah seorang penyanyi tingkat tinggi
    Bukan pula seorang vokalis bend seperti giring nidji
    Suara ku flas dan hancur namun aku suka menyanyi

    Diri ku bukanlah seorang penari dancer
    Bukan pula seorang guru dancer
    Tapi aku sedikit bisa menari dancer

    Tak banyak aku mencipta puisi
    Karena aku bukanlah seorang penulis puisi
    Seperti penulis puisi taufik ismail yang terkenal hingga saat ini
    Namun itu semua cukup untuk mengisi hati yang sepi

    Ingin ku menulis kisah di masa dahulu
    Namun ku bukanlah seorang sejarahwan yang bermutu
    Hanya saja aku tak bisa menghapus memori masa lalu ku
    Dengan dia dan dirinya…atau dengan siapa saja yang pernah ada hadir dalam hidup ku
    Karena itulah aku dan hanyalah aku

    Bukan dia atau dirinya…bahkan bukan pula sesosok yang di damba
    Seperti para bintang filem yang di idolakan para pengemarnya
    Meskipun demikian aku suka dengan aku apa adanya

    RATAPAN ANAK KOS
    Berjuang dalam mencari jejak di masa depan
    Meski jauh dari kampung halaman
    Namun semua harus dijalani tanpa hambatan
    Demi merubah hidup yang susah selama ini telah menjadi suratan

    Tinggal di rumah orang yang di bayar
    Tidur dalam kamar yang beralaskan tikar
    Berbantalkan dari alas tangan yang tegar
    Terkadang menagis demi menahan lapar

    Ratapan anak kos tidak pernah berakhir
    Laksana gelombang yang datang bergilir
    Laksana embun di pagi hari yang terus mengalir
    Ini sangat terlihat di saat minggu-minggu terakhir

    Memang susuh untuk menjadi orang yang pintar
    Harus menderita seorang diri dalam belajar
    Bagaikan membaca sehelai kertas sambil berlayar
    Bagaikan betanam mawar di hamparan pasir yang lebar
    Seakan semua itu mustahil untuk dikejar

    Meski pahit yang banyak dirasakan
    Rasa semangat ini tidak akan tergoyahkan
    Meski badai topan yang datang mengoda untuk berhenti berjalan
    Demi mengenag orang tua yang hanya tinggal tulung pembalut badan
    Dalam mengharap hidup tidak lagi di hina orang lain
    Supaya tidak dikatakan orang yang tidak berpendidikan

    JIWA YANG SEPI
    Terpaku jiwa yang sepi dibalik kabut malam
    Muka muram seakan tak makan dua hari dua malam
    Begitu berat beban yang meredam di hati kelam
    Bagaiakan bunga tersiram api meriam

    Tetes hujan pun berbisik dengan tajam
    Tajamnya seakan menusuk tulang yang rungkam
    Membuat hati ini semakin mencekam
    Mengenang nasib yang selalu bergelut suram

    Meraung jiwa yang sepi bersama kerasnya kehidupan
    Berkunang mata menatap kebahagian orang lain
    Hati kecil pun berkata dengan nada yang sedikit pelan
    Kenapa jiwa seperti ini seakan dimakan jutaan sesalan

    Merintih-rintih jiwa yang sepi
    Jika terjatuh bagunlah dengan sendiri
    Meratap-ratap jiwa yang sepi
    Kalau sakit obati lah dengan sendiri

    Semangat jiwa ini seakan terasa mati
    Kecerian hidup ini seakan tiada arti
    Karena tak satu pun orang yang perduli
    Semuanya membisu dan purak-purak tuli

    Muak sudah jiwa dengan semua ini
    Ingin disudahi saja hidup ini
    Tapi harus gimana lagi sudah menjadi suratan diri
    Harus dijalani walau tiada yang menemani

    SEBATANG ROKOK CLAS MILD JATI DIRI
    Gelap malam semakin larut bersama waktu
    Resah hidup kian bergelut dalam kalbu
    Mengenang dirimu yang jauh di alam rindu
    Meninggalkan aku di hamparan sampah-sampah bau

    Sebatang rokok clas mild terasa nikmat
    Asapnya membasahi tenggorokan
    Menemani aura dingin
    Sedingin hati ku malam ini

    Aku sudah begitu lelah dalam kemarahan
    Aku sudah tiada berdaya dalam kelemahan
    Hanya sebatang rokok mampu buat bertahan
    Melawan kejamnya sapaan angin malam

    Sebatang rokok clas mild masih ku pegang
    Sambil menghayal ke awang-awang
    Di temani cahaya kunang-kunag
    Mengenang nasib malang tak kunjung hilang

    Secercah cahaya mentari pagi
    Sebatang rokok masih menemani
    Demi mengobati luka hati
    Demi jati diri aku hampir mati

    AIR MATA DALAM HUJAN
    Di sore yang kelam ditutup awan
    Hiruk pikuk suara gemuruh
    Angin berhembus menggoyangkan pepohonan
    Kedap kedip cahaya petir mulai melihatkan dirinya
    Tetesan demi tetesan air mulai menimpa tanah yang kering kerontang

    Lama kelamaan titiknya semakin besar dan deras
    Aku pun berjalan ditengah derasnya hujan
    Agar tiada yang tahu bila aku menagis
    Agar tiada yang melihat air mata ku

    Biar terlihat tersenyum meski hati ini lagi sedih
    Mengenang kesulitan hidup yang datang silih berganti
    Menggigil seluruh tubuh ku bentangkan kedua tangan
    Berkomat-kamit memohon pada Tuhan

    Berikanlah jalan kebahagian pada hamba Mu ini
    Lepaskanlah ikatan sengsara dari kehidupan hamba Mu ini
    Hilangkanlah penderitian yang tak bisa ku hadapi lagi
    Cukup kesedihan ini aku yang merasakan
    Cukup kepiluan ini aku yang mengtahui

    Meski aku dikelilingi mahluk hidup lainnya
    Mungkin ini memang jalan yang akan aku tempuh
    Akan aku kayuh seorang diri perahu kehidupan
    Meski berdayungkan tangan kecil

    PONDOK DERITA
    Di sebuah desa yang hijau
    Nampak berdiri sebuah pondok derita
    Bertamankan bunga-bunga indah
    Pelepas suka duka dalam hidup ku

    Walau beratapkan daun kayu
    Walau berdindingkan bambu
    Walau berlantaikan tanah hitam kelabu
    Namun mampu memberikan kenyamanan

    Saat kantuk menghampiri mata
    Ku jadi kan ia tempat beristahat
    Saat hujan turun kujadikan ia tempat berteduh
    Saat angin berhembus ku jadikan ia selimut

    Wahai pondok derita
    Hanya ucapan terima kasih
    Dapat terucap dari bibir ini
    Atas kesetian mu dari masa ke masa

    NASIB SEPERTI BUNGA
    Bunga….
    Gerimis yang turun di pagi hari
    Membuat mu terbangun dan tersentak
    Tak kala tetes-tetes air mulai membasahi mahkota mu

    Bunga….
    Mahkota mu yang indah
    Membuat sang kumbang tergoda
    Membuat diri mu mulai dipadangi

    Bunga…..
    Engkau mekar dipagi hari
    Menambah kesejukan embun pagi
    Menggoda hari-hari

    Bunga…..
    Dikala sang surya menyinari mu
    Engkau taburkan udara yang segar
    Ditiup angin yang lemah gemulai

    Bunga….
    Aroma semerbak yang kau semaikan
    Membuat isi alam terlena dan tergoda
    Memancarkan sejutah kebahagian

    Bunga…..
    Anugerah dan rahmat yang berlimpah
    Telah diberikan oleh yang Maha Kuasa
    Tapi sadar lah, ingat lah,,,
    Dunia ini akan berakhir

    Kehidupan ini akan sirna
    Waktu akan begitu cepat berlalu
    Ajal akan selalu datang menemui mu
    Kapan dan dimanapun kamu berada
    MENGHADANG DURIAN DI PERKUBURAN

    Terpaku badan di buai angin malam
    Terkulai lemas di area perkuburan
    Suara jangkrik ribut tak mau diam
    Jarum nyamuk dengan tajam menyuntik badan

    Dingin kaki dalam tanah berlumpur
    Bercahayakan lampu dari obor
    Berpondokan dengan atap tikar
    Sambil menunggu jatuhnya buah durian

    Sendirian jiwa di bawah cahaya bintang
    Berjaga mata hingga fajar datang
    Hanya rokok sebatang menjadi teman
    Teman dalam menghadang durian

    Berdesak dan berdentung itulah bunyi durian
    Begitulah aku melewatinya setiap malam
    Hanya nongkrong di pangkal durian

    KESEPIAN JIWA
    Terkotai-kotai langkah kaki di alam sunyi
    Bekas jejak melukiskan caci maki
    Lambaian tangan seakan mengiris batin diri
    Seperti anak yang di tinggal ibu tiri
    Hanya nyayian isak tagis yang selalu menemani

    Pagi, siang, malam begitu sepi yang datang selih berganti
    Tanpa perduli dengan jiwa yang di ambang galau berhimpit sepi
    Hingga meraung-raung batin untuk bangkit namun tak berati
    Tetes bening air mata ini makin menjadi-jadi tanpa ada yang perduli

    Hanya sehelai tirai tempat bergantung diri untuk berdiri
    Meski bertubi-tubi ujung belati menghujam jemari-mari
    Tajamnya menikam kedalam ulu hati yang di mabuk sepi
    Bagaikan para penjajah lewat tanpa mengucap permisi

    Begitu rasa kesepian jiwa yang harus di hadapi tanpa ada menemani
    Berharap bantuan dari teman yang dulu dekat di hati
    Itu semua tak mungkin terjadi karena dia telah pergi
    Pergi jauh yang tak akan pernah kembali lagi

    Berharap tolongan seorang kekasih belahan hati
    Semuanya itu tak akan terjadi karena dia ada di alam mimpi
    Karena kekasih hati belum pernah didapati dari dulu hingga kini
    Begitu perasaian hidup seorang diri

    Hanya berteman angin yang sepi
    Berlampukan sejuta sunyi
    Tak tau pasti bila kesepian jiwa ini akan berakhir dari diri
    Tak tau pasti bila kesepian jiwa ini akan pergi jauh dari diri
    CURHAT LEWAT PUISI
    Setiap malam jiwa selalu berteman sapaan angin malam
    Berlampukan di ruang kamar yang sedikit suram
    Jemari lembut pun menari-nari di atas kertas buram
    Menulis ungkapan hati yang tak pernah tercurahkan
    Hanya asap rokok dan segelas air putih yang rela menjadi teman
    Menemani hingga larut malam bahkan pagi telah mengucap salam

    Dalam duduk yang berkursikan dan beralaskan sejuta pilu
    Mata melotot ke lembaran yang bertulis puisi rindu
    Berserakan sehelai demi sehelai bahkan terbang bersama angin lalu
    Membuat semangat hidup semakin redup dengan rasa malu
    Karena hidup tak seperti orang lain punya cinta dan tempat memadu
    Aku hanya bisa diam dan membisu
    Seakan tiada apa yang dapat aku lakukan bersama waktu
    Hanya menunggu dan terus menunggu

    Begitu siang dan malam yang aku lalui
    Semuanya bersuara yang sepi
    Beraurakan musik klasik yang sunyi
    Hanya lewat puisi-puisi pengobat hati
    Meski terkadang harus menagis dengan sendiri
    Mengenang nasib yang selalu seorang sidiri

    Kenapa ini harus terjadi
    Seakan tiada lagi tempat aku berbagi
    Apa lagi sama orang yang dekat di hati
    Apakah ini memang takdir yang harus di jalani
    Berjalan tanpa ada pendaping yang megiringi
    Selain tulisan puisi yang aku tulis sendiri
    DIKALA AKU SENDIRI

    Terasa lelah hidup ku
    Seakan duduk di atas paku
    Tajamnya menusuk kenaluri ku
    Mengenang nasib yang menutup tubuh ku

    Amat perih perjalanan langkah kaki
    Demi menuju baris yang tidak bertepi
    Semua itu terasa melekat di hati
    Di kala aku sendiri

    Tidak ada yang perduli aku
    Tidak ada yang mengenali aku
    Tidak ada yang mau mengasihi aku
    Karena ketidak punyaan aku

    Biarlah ku lalui semua ini
    Berurai air mata membasahi pipi
    Melintasi lautan berapi
    Walau hanya seorang diri

    CITA-CITA SI BOCA KECIL
    Lompat-melompat dengan girang anak kurcaci
    Mata melotot tanpa berkedip saat menatap indah pelangi
    Rambut terurai bergoyang tersapu angin surgawi
    Lemah gemulai lambaian tangan melambangkan kedamain birahi
    Senyuman manis ikut serta menabur sejutah warna-warni
    Serak sorai tawa memukau cakrawala yang hakiki
    Bagaikan kaki berpijak dihamparan biji berlapis emas murni

    Kilau cahaya memukau selera tanpa pambri
    Warnah berkilat membangkitkan amarah yang telah mati
    Memberontak langkah kaki untuk berlari

    Dalam menyusuri mimpi-mimpi yang selama ini masih misteri
    Seumpama boca kecil diberi sepeda mini
    Begitu besar niat untuk menyusuri jalan meski beranjau duri
    Meski maut yang menanti tiada perduli asal keinginan hati terpenuhi
    Itu lah cita-cita seorang boca kecil dalam menjalani kehidupan ini
    Meski terkadang harus merintih, menagis, untuk di lewati
    Bagaikan sayap yang patah tertembak peluru belati

    Helai demi helai bulu berjatuhan kelembah yang tak berpenghuni
    Namun semangat perjungan tak pernah meredup apalagi untuk berhenti
    Bagaikan para pehlawan yang rela mati demi bumi pertiwi

    Walau harus berhadapan hujan peluru para prajurit yang tak punya nurani
    Racun mesiu bisa membuat nafas ini tak lagi bernyanyi
    Namun sedikit pun tak gentarkan tekat nurani untuk bebas dari kompeni-kompeni
    Begitulah besarnya niat seorang boca kecil yang masih labil
    Dalam mencapai apa yang terpendam selama ini dihati
    KUPU-KUPU MALAM

    Di saat sang mentari membenamkan wajahnya
    Kegelapan pun memunculkan batang hidungnya
    Sang kupu-kupu malam pun bertebangan
    Di antara bunga yang tertutup kumbang

    Kupu-kupu malam penuh senyum
    Mengharap kumbang datang menghampiri
    Untuk menghisap madu kehidupan
    Yang lama tertahan di dalam batin

    Meski kupu-kupu malam tahu itu dosa
    Dalam memenuhi kebutuhan dunia
    Namun apa hendak di buat dan di kata
    Kesulitan dan penderitaan telah bertahta

    Ingin hati kecil sang kupu malam
    Untuk terbang jauh kealam yang suci
    Demi menghapus dosa yang terpaksa
    Dalam melawan kejamnya kehidupan

    AKU ORANG MISKIN BUKAN PENGEMIS
    Aku orang miskin tak punya berlian
    Hanya keyakinan pada pendirian
    Demi mencampai impian

    Aku orang miskin
    Jauh dari harta benda
    Hanya punya cita-cita
    Menjadi orang yang berguna

    Aku orang miskin
    Tak punya duit apa lagi emas
    Untuk dibanggakan pada dunia
    Seperti orang-orang kaya

    Aku orang miskin
    Tapi masih punya harga diri
    Juga bukan pengemis
    Demi mencari sesuap nasi

    RATAPAN ANAK RANTAU
    Dengan tintah hitam tangan ini menari-nari
    Selembar kertas tumpuan imajinasi hati
    Meski terkadang air mata berurai membasahi

    Begitu pahit hidup yang harus di lewati sendiri
    Bagaikan berjalan dibara api tanpa alas kaki
    Panas udaranya mencekik sampai ke lubuk hati
    Begitu nasib anak rantau yang kepedihan datang silih berganti

    Bertahun-tahun sudah hidup di rantau orang
    Rela tinggalkan kampung halaman yang tersayang
    Hanya untuk mencari sebongkah ilmu meski jauh dirantau orang

    Hidup di rantau orang tanpa sanak saudara
    Laksana seorang anak yang tinggal sebatang kara
    Hidup penuh tantangan dan bahaya di depan mata
    Seakan dikelilingi jurang yang curam dan binatang karnivora

    Namun tak ada rasa takut di dalam jiwa
    Demi kebahagiaan dan senyum keluarga
    Rasa takutpun sirna dan berubah menjadi kekuatan yang nyata
    Kadang rindu membelenggu jiwa

    Dikala kesunyian menikam hitam bola mata
    Namun do’a keluarga menjadi pengobat lara
    Dalam meniti kehidupan dunia pana

    Meskipun hinaan dan caci maki yang di dengar
    Namun itu tak menjadi penghalang dalam berlayar
    Karena hinaan menjadikan aku seorang yang tegar
    Karena caci maki menjadikan ku orang yang sabar
    Untk menempuh perjalanan hidup menuju kesuksesan
    AKU SEBATANG KARA

    Ku hidup sebatang kara
    Tanpa kasih sayang seorang ayah
    Juga cinta dari seorang bunda
    Tak pernah ku rasakan belainnya

    Disaat kesepian menunutup tubuh ku
    Tak pernah ku di nyayikan
    Saat kantuk menghampiri ku
    Hanya tetesan air mata

    Jatuh berderai mengenai lantai dunia
    Di kala menatap foto-fotonya yang terpajang
    Berbingkaikan plastik bercampur intan
    Karena mereka berdua telah di jemput Yang Kuasa
    Dan tinggalakan alam pana ini
    Menuju alam yang abadi

    Tingga lah aku yang berlinang air mata
    Hanya do’a suci yang dapat aku kirimkan
    Semoga beliau berdua hidup bahagia
    Di alam yang tak mungkin akan kemabli lagi
    .

    SAAT BADAN KU TERKULAI LAYU
    Tiada berdaya di atas tikar pandan
    Karena keras sakit yang bersarang di tubuh ku
    Tiada lagi kecerian terpancar di wajah ku

    Memang suram rasanya dunia ini
    Seakan hidup tiada berteman lagi
    Hanya selain selimut sutra ku pegang
    Sebagai teman saat dingin datang menerpa

    Oh…. Tuhan sungguh aku mohon pada Mu
    Berikanlah aku kesehatan
    Agar aku dapat bermain sama teman
    Juga membantu keluarga ku

    Oh….. Tuhan sungguh kesahatan yang kau beri
    Adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup ku
    Melebihi apa pun yang ku punya
    Karena tanpa kesehatan tiada gunanya hidup ini

    KEMISKINAN MENCEKAM
    Derai air mata membanjiri alam
    Merendam badan kurus kalam
    Pontang-panting tulang mencari makan
    Dari miskin yang mencekam

    Berbaju lusuh bersandalkan kayu
    Monda mandir kian kemari di atas batu
    Mencari kerja untuk hidup waktu demi waktu

    Dalam melawan tebal kabut biru
    Beginilah hidup orang tak mapu
    Laksan raja tak beratu
    Tiada tempat mengadu
    Bila hujan turun mengguyur tubuh

    Hanya nyayian perut kosong
    Mampu menghibur rasa gersang
    Dari kelaparan yang menghadang
    Demi mendapatkan makan malam dan siang

    Jeritan dan rintihan hati
    Ingin beranjak jauh dari hidup miskin
    Namun semua tiada berarti lagi
    Karena takdir telah menggukirnya abadi

    Oh… Tuhan…
    Sampai kapan kemiskinan akan mencekam
    Tak tahan rasanya hidup dalam kesusahan

    HIDUP DALAM PERASIAN
    Di simpang jalan badan bertanggang
    Hujan dan panas nan dihadang
    Perut kosong air mata berlinang
    Mencari makan pagi hingga petang

    Isak tangis hidup dalam perasaian
    Selalu berkecamuk dengan kesusahan
    Bagaikan kuda bendi dengan pedati
    Membawa barang hingga tiba diperhentian

    Oh… angin bawah lah badan ini terbang
    Terbang jauh kedalam jurang
    Bulih nak nyu senang badan surang
    Di balik pintu sengsara dan malang

    Sakit dan pedih hidup dalam parasaian
    Bagia embun yang tercampur racun
    Bila di tuangkan kedaduan pohon
    Jiwa akan sakit dan mati dengan perlahan-lahan

    Tiada daya untuk melawan semua itu
    Seakan perasaian telah bertahta dalam kalbu
    Merintah penuh rasa haru dalam tangis pilu
    Hanya ratapan nasib yang bisa di pikul dalam waktu terus belalu

    KESETIAN HIDUP
    Berganti hari demi hari
    Bertukar bulan demi bulan
    Tahun pun tak ketinggalkan dalam berganti
    Tapi entah kenapa hidup ini selalu di kepung kesulitan

    Bila di lihat dalam dunia luar
    Banyak kekayaan yang bisa di dapat oleh siapa pun
    Bahkan banyak yang mati demi kejayaan dunia
    Tapi kenapa aku tidak bisa seperti mereka

    Mungkin Kesetian hidup harus begini
    Bergelimangan perasaian yang susah
    Dan cucur keringat yang bercampur air mata
    Dalam memenuhi kehidupan sehari-hari

    Oh..Tuhan ku
    Sampai kapan kah hidup ku
    Harus begini susah dan terasa tersepit
    Seakan diimpit batu kerikil

    Mungkinkah oh…Tuhan
    Ada kehidupan yang indah dan bahagia
    Akan ku dapatkan di masa yang akan datang
    Jika ada tolong tunjukkan jalannya

    REBULAN KELABU
    Dingin terasa badan di sapa angin lalu
    Jangkrik pun beryanyi merdu
    Sang kunang-kunang pun bercerita penuh haru
    Hati ini merasa malu seakan kenak rayu

    Tersipu pilu jiwa di bawah rembulan kelabu
    Bersuarakan tangis yang beruntu-untu
    Berkeringat yang membuat jiwa terpaku
    Mengenang nasib yang selalu di timpa batu

    Bergelimang badan dengan kesusahan
    Seakan membeli kaca yang telah pecah
    Meraung batin dalam kelam malam
    Seakan menghuni rumah berpintu besi

    Di bawah bulan kelabu di temani bintang kejora
    Di sini nasib di dendangkan dengan tahta raja
    Bersalungkan bambu yang tua renta
    Bergitarkan dengan tali yang penuh luka

    NASIB ANAK KECIL TUKANG KORAN
    Koran, koran, koran, koran,,,,,
    Koran bu, koran mbak, koran pak, koran kak, koran nya kawan,,,,,
    Itulah seruan suara merdu seoarang anak kecil tukang koran
    Demi membantu kebutuhan keluarga untuk mencari makan

    Berjalan kesana kemari sambil bernyanyi
    Mencari orang untuk membeli
    Meski kadang mendapat caci maki
    Namun tidak membuat hati untuk berhenti
    Begitulah nasib tukang koran yang membawa kabar setiap hari

    Tukang koran tak selalu bawa kabar baik
    Bahkan kini lebih banyak kabar buruk
    Dari presiden, koruptor, hakim diadili
    Sampai anak menganiaya ibu sendiri
    Begitu mulia perjuangan tukang koran
    Bagaikan seekor burung membawa sehelai surat untuk tuannya

    Meski berliku-liku jalan yang harus di laluinya
    Bahkan hinaan dari sama besar menghujani tubuhnya
    Namun semua itu tidak menjadi rintangan demi menyampaiakan berita

    Namun terkadang,,,,,,
    Kabar dari tukang koran membuat kita mabuk
    Kadang membakar emosi
    Menikam-nikam perasaan meluapkan amarah
    Mengacaukan pikiran melumpuhkan harapan

    Namun sehari saja tukang koran tak muncul
    Tidak ada membaca kabar hari ini terasa sepi
    BUAT AKAK SENIOR
    Senyum mu yang manis buat hati terpana
    Seakan hati tertancam panah dewi asmara
    Runcing matanya menyilaukan perlihatan mata
    Seakan tiada yang dapat aku lihat selain dia

    Lembut tutur bahasa dan katanya
    Laksana tetes hujan menghantam benteng penjajah Belanda
    Meluluhkan perasaan yang selama ini peka terhadap cinta
    Begitu kuat mangnet cinta yang dia punya

    Lewat tawa mu yang penuh manja
    Warnah merah gincu bibirnya
    Melambangkan kehidupan penuh bahagia
    Seakan bidadari yang datang dari surga
    Membawa sejutah kasih sayang yang tiada tara

    Ingin sekali hidup bersama dia untuk selama-lamanya
    Namun jiwa yang sepi ini sadar akan siapa yang aku suka
    Dia adalah kakak senioar yang telah dahulu merasakan pahitnya garam kehidupan dunia
    Telah banyak pengalaman suka dan duka yang dirasakan dia

    Sedangkan aku hanya boca kecil yang mengekuti ego asmara
    Meski aku tahu kalau dia tidak akan menerima
    Meski aku tahu kalau dia tidak akan cinta
    Karena ada perbedaan aku dan dia

    Namun itu lah namanya cinta yang tak dapat diduga
    Dari sudut pintu yang berteman sejuta gunda
    Bertiraikan bunga-bunga yang tak di haragai manusia
    Menunggu sambil berdoa pada Tuhan Yang Maha Kuasa
    Semoga apa yang aku rasa juga dirasakannya

    BAGIAAN

    4

    PERCINTAAN

    ENYAHLAH!

    Telah selesai aku bacakan segenap cerita yang kita goreskan,
    Telah aku susun segenap impian yang kau utarakan,
    Juga telah aku kukuhkan segenap keyakinan yang kau butuhkan,

    Dulu!
    Saat kau masih disini,
    Hingga kau berlari.

    Tinggalkan ku dengan semua lembaran pustaka yang kita bangun.
    Dan kini, bertebaran lah semua buku yang kita tulisi dulu,
    Maka kini enyahlah, tak perlu kau kembali.
    Kotori catatan ku lagii,,,

    LUKA MU LUKA KU JUGA
    Hembusan angin menyapa ingatan ku
    Membawa terbang melayang kealam mu
    Hati kecil pun ikut bertanya pada nurani ku

    Sedang mengapa diri mu yang jauh dari ku
    Begitu besar rasa khawatir ku terhadap mu
    Karena bahagia mu adalah kesengan ku

    Kegembiraan mu adalah semangat ku
    Begitu berarti diri mu bagi ku
    Meski pikiran mu tak seperti itu terhadap ku

    Tetapi ingat lah satu hal oleh mu
    Tangis mu adalah kesedihan ku
    Kepiluan mu adalah resah ku

    Sakit mu adalah derita ku
    Karena luka mu adalah luka ku
    Disini aku tak mau melihat mu

    Terluka oleh tangis pilu mu
    Karena ku tak sanggup untuk melihat semua itu

    SAYANG SEJATI ANAK GEMBALA KERBAU

    Sayang….
    Dengarlah suara hati ku……
    Saat ku rindu pada mu…..

    Sayang…..
    Mengenal mu adalah keinginan ku….
    Menggingat mu adalah kebiasaan ku…
    Memiliku mu adalah impian ku….
    Mencintai mu adalah detak jantung ku….
    Merindukan mu adalah hembusan nafas ku….

    Sayang……
    Ku harap kamu mengerti
    Dengan perasaan ku ini
    Sayang…..

    MASA SILAM

    Di senja merah menawan
    Saat mentari mulai terbenam
    Menyeret jiwa kemasa silam
    Di kala cinta bersemayam

    Kini….
    Semua Hanya tinggal sejarah
    Karena masa-masa indah
    Telah hilang musnah
    Di telan luka tak berdarah

    Kini….
    Hanya bayangan semu
    Pengobat hati rindu
    Walau itu masa lalu
    Saat kau dan aku
    Merajut kasih yang sahdu

    SETIA MENUNGGU

    Di sudut pintu kerinduan
    Ku lihat embun yang tersenyum
    Menyirami cakrawala kerinduan
    Di antara rimbunnya kehidupan

    Hatipun semakin tertekun
    Saat angin bergelumun
    Mengenai tubuh di ambung kerinduan
    Di balik sutra yang ku tenun

    Sekian lama aku di undung rindu
    Seakan hastrat ku tertimbun salju
    Karena kau pergi bersama waktu
    Tinggalkan ku yang setia menunggu

    HARI YANG SEPI

    Di balik kesunyian hati
    Berdendang jarum dalam peti
    Membuat hari terasa sepi
    Seakan hidup hanya sendiri

    Bunga melati pun menari-nari
    Diatas lesung yang tersusun rapi
    Demi menghibur hari yang sepi
    Tanpa ada yang menemani

    Terkunci mata hati
    Dalam pelukan bidadari
    Karena hari yang sepi
    Telah bertahta di kerajaan sunyi

    TERJEPIT

    Terjepit hati di antara laut api
    Menghancurkan teka-teki kehidupan
    Hanya menuwai hasil kegagalan
    Di antara bunga yang tak menjadi buah

    Terjepit hati yang terdiam
    Karena sikap yang kejam
    Di antara cahaya yang kelam
    Membuat huidup semakin suram

    Ingin hati bangkit dari terjepit
    Melangkah kealam indah
    Menghirup udarah yang damai
    Hingga hati bahagia sampai menutup mata

    PENANTIAN TAK BERUJUNG
    Sang mentari merah berpijar
    Perlahan membenamkan wajahnya yang segar
    Langit mulai kelam dalam kegelapan malam
    Hanya terdengar suara jangkrik yang muram

    Dendang kehidupan beriramakan sejuta harapan
    Kilau-gemilau cahaya lampu jalanan
    Angin malam membawa pikiran teringat diri mu yang jauh disana
    Menetes air mata ke alam yang kehampaan tiada tara

    Meraung hati dalam penantian tak berujung
    Sinar rembulan pun redup buat jiwa semakin murung
    Kerinduan di jiwa yang terpaku seakan tak dapat di bendung
    Seakan izan terminum madu bercampur racun gunung

    Teringat wajah manja mu dalam lamunan ku
    Terbayang senyum manis mu dalam hening ku
    Sambil menatap cahaya pijar kunang-kunang yang berlalu
    Hanya pada sapaan angin terselip rasa rindu buat kamu

    Dalam penantian tak berujung ini
    Rela amarah gejolak cinta ini terkunci
    Meski sakit harus di hadapi
    Tapi demi kebahagain mu rela aku mati
    Walau itu sulit untuk aku jalani

    Dalam sujud dengan nafas terisak-isak aku berdoa
    Memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa
    Semoga kebahagian selalu setia bersama mu dimana pun berada
    Biarkan aku berjalan dengan sejuta pilu tanpa cinta
    Karena aku tahu kalau kamu dengan ku belum tentu bahagia
    PILU

    Pilu hati ku terhadap mu
    Di saat cinta bersatu
    Engkau pun belalu
    Tinggalkan aku bersama waktu

    Kini….
    Ku melangkah dengan sendiri
    Diatas jalan yag berduri
    Tanpa senyum mu lagi
    Menemani hari-hari yang harus ku jalani

    Tak ku sangka dan ku duga
    Kepiluan membuat ku buta
    Buta karena cinta
    Cinta ku haya bertepuk sebelah tangan

    TERTUTUP RAPI

    Tertutup sudah pintu hati
    Saat engkau pergi dari sisi
    Menyisakan sejuta luka dihati
    Seakan tak dapat di obatil lagi

    Tak kan ku buka lagi
    Pintu hati yang telah tertutup rapi
    Meski engkau merayu untuk kembali
    Menyembuhkan luka dihati

    Tak akan ku buka lagi
    Pintu hati yang telah terkunci
    Meski waktu telah berhenti
    Meski darah tak mengalir lagi

    Agar engkau mengerti
    Betapa sakitnya di tinggal pergi
    Lalu datang untuk kembali
    Setelah engkau menyakiti

    JIWA YANG TERLUKA

    Teluka jiwa yang suci
    Teriris sembilu bercampur api
    Menghancurkan kebahagian di hati
    Karena cinta ku kau nodai tampa pamri

    Teganya kau lukai jiwa tak berdosa
    Dengan duri yang berbisa
    Menbuat hati layu tak berdaya
    Karena cinta ku kau campakan begitu saja

    Akan ku bawa jiwa yang terluka
    Mengembara berbekal air mata
    Menuju singasana taman cinta

    Terima kasih atas kelukaan
    Yang kau tancapkan di jiwa
    Kan ku jadikan pengalaman
    Dalam kehidupan ku kedepan

    BUKAN NIAT KU

    Hapus nama ku dalam ingatan ku
    Hapus kenangan saat kau bersama ku
    Hilangkan hati ku dihati ku
    Campakan ku jauh dari hidup mu
    Lupakan aku sampai batas waktu mu

    Karena cinta yang ku alami
    Tak lagi bisa bersemi
    Karena diri mu yang ku kagumi
    Kini telah berpindah hati
    Ku menyadari siapa diri ini

    Ku tak mau pikiran mu bercabang karena aku
    Ku tak ingin kebahagian mu ternoda karena aku
    Ku tak mau karena aku cinta mu runtuh
    Bukan aku marah pada mu
    Bukan aku benci pada mu
    Bukan aku pengen jauh dari mu
    Bukan aku ingin melupakan mu

    Mudahan dengan cintanya
    Dengan rasa sayangnya
    Dengan kehadirannya
    Hidup mu bahagia
    Karena kebahagian mu adalah kesenangan ku

    Biarlah kenangan indah saat bersama mu
    Ku jadikan sejarah hidup ku
    Pada mu Tuhan aku mohon do’a
    Semoga dirinya bahagia bersama sidia

    KENAPA INI TERJADI

    Ku tatap langit biru
    Seakan hilang diselimuti kabut kelabu
    Ku tatap bumi yang berputar
    Seakan hangus terbakar
    Kenapa ini bisa terjadi
    Aku juga tak mengerti

    Hati ini sakit seakan tertancap duri
    Air mata jatuh dengan sendiri
    Setalah diamati dengan hati sedih
    Penyebab semua ini terjadi
    Karena orang yang disayangi
    Karena orang yang dicintai
    Memilih dia dari pada aku sendiri

    Meski pun aku tidak lagi dihati mu
    Meski pun senyum mu bukan untuk ku
    Walau pun tidak ada waktu untuk bersama ku
    Walau pun do’a mu bukan buat ku
    Meski diri mu mulai melupakan ku

    Tetapi ketahuilah bahwa aku tidak akan pernah sesaat pun melupakan mu
    Karena nama mu telah ku tanam di sudut hati ku
    Karena aku tidak pernah ingin membuang mu dihati ku

    MALANG NASIB

    Oh…. Tuhan… entah kenapa
    Setiap akau berjumpa dengannya
    Aku seakan memandang surga

    Setiap aku berkata
    Hanya menyanyikan namanya
    Hidungku seakan menghirup harum aromanya
    Tidak pernah aku temukan seperti dia
    Karya Tuhan yang paling sempurna
    Dibawah telapak kakinya aku rela berbaring tanpa daya

    Setiap malam selalu ku dambhkan kehadirannya
    Setiap langkah ku hanya ingin berjalan bersamanya
    Tak pernah berhenti bercerita kekaguman ku padanya
    Tak pernah terpikirkan untuk melupahkannya

    Malang nasib badan seorang diri
    Setelah ku utarakan cinta ku padanya
    Setelah dia mengetahui apa kata hati ini
    Dengan santai dia bilang “aku telah jadian dengannya”

    Mengapa dari awal kita berjumpa
    Tak dia tunjukkan kalau sudah ada yang punya
    Tetapi aku tak tahu itu benar atau salah
    Atau hanya alasan untuk menolak cinta ku
    Kini dia memilihnya dan mencintainya
    Tinggalkan aku disis seorang diri berhati sedih

    KAU SELALU KU RINDU DAN KU CINTA

    Andaikan….
    Saat ini kita masih bersama
    Pasti hidup ku lebih bermakna
    Karena di hadiri seorang wanita
    Yang selalu ku sayang dan ku cinta
    Begitu banyak kenangan terindah
    Yang selalu membuat hati ku gembira
    Demi memacu pedihnya amarah
    Di saat hati ku tengah gelisa

    Namun….
    Tiada ku duga dan ku sangka
    Ku hanyalah manusia biasa
    Membuat mu terluka
    Di saat kita bertatap muka
    Kau pun meneteskan air mata
    Sambil menahan pedihnya luka
    Di tengah panasnya suasana
    Yang menghantui hubungan kita
    Mungkinkah kita akan kembali bersama
    Merajut kebahagian yang dulu ada

    HAKIKAT CINTA

    Sesungguhnya cinta itu
    Tak mau di sakiti
    Apalagi untuk di lukai
    Oleh orang yang di cintai

    Sesunggunhya cinta itu tak buta
    Dan tak mau di butakan
    Apalagi cinta itu buta
    Karena di dustai

    Sesungguhnya cinta itu bisa mendengar
    Apa yang tak di bicarakan
    Mengerti apa yang tak di jelaskan
    Karena cinta itu suatu kata yang indah

    Sesungguhnya cinta itu suci
    Di saat kita beri perhatian
    Apa lagi bila di siram dengan kesetian
    Karena cinta itu tercipta dari hati

    LIKU-LIKU CINTA

    Kasih sayang ini tak akan hilang
    Oleh waktu dan ruang
    Meski di antara kita ada jurang
    Menghambat kita untuk bertemu pandang

    Namun hati ini tak akan menyerah
    Meski bercucuran darah
    Tuk menghancurkan jurang pemisah
    Hingga terbuka pintu kasih

    Kan ku satukan cinta kita
    Meski berjuang penuh luka
    Kan ku ikat cinta kita
    Di lubuk hati yang peka
    Dengan penuh rasa bahagia

    .

    KARENA CINTA

    Cinta adalah anugerah
    Dari tuhan yang maha kuasa
    Cinta adalah sebuah kata yang indah
    Kaya akan makna

    Tapi……
    Karena cinta orang bisa tak berdaya
    Karena cinta orang bisa gila
    Karena cinta orang bisa buta
    Karena cinta orang bisa sengsara
    Karena cinta orang bisa terluka
    Karena cinta orang bisa sangketa
    Karena cinta orang bisa kehilangan nyawa
    Karena cinta orang bisa lupa
    Lupa laut lupa daratan

    Tapi……
    Karena cinta orang bisa gembira
    Karena cinta orang bisa berkuasa
    Karena cinta orang bisa bahagia
    Seakan dunia terasa surga

    HANYA SENYUM MU

    Terserak darah di dada
    Detak nadi begitu kencang
    Hembusan nafas terasa sesak
    Mengenang senyuman mu
    Saat pertama kali kita jumpa

    Senyuman mu yang begitu manis
    Seakan membangkitkan jiwa ku
    Yang telah lama terkubur
    Begitulah kuatnya senyum mu
    Ibarat membangkit batang terendam

    Senyum…..
    Hanya ucapan terima kasih
    Atas kerelaan mu yang telah memberi
    Aku semangat untuk menempuh
    Hari-hari yang akan ku lalui

    SEANDAINYA CINTA BISA ?

    Seandainya cinta bisa berbicara
    Pasti ia akan menangis saat teluka
    Pasti ia akan menjerit saat di hina
    Karena cinta bukan sembarang kata

    Seandainya cinta bisa bergerak
    Pasti ia tak mau di injak
    Pasti ia akan menghindar saat di tembak
    Karena cinta bukanlah hewan ternak

    Seandainya cinta bisa melihat
    Pasti ia tak mau dilaknat
    Pasti ia tak mau di pikat
    Karena cinta bukanlah alat

    Seandainya cinta bisa berbisik
    Pasti ia akan menyanyi dengan asik
    Menyanyikan lagu klasik
    Membuat hati jadi tertarik

    KEKEJAMAN CINTA

    Cinta bagaikan racun dunia
    Laksana semburan api neraka
    Membakar hitamnya dada
    Meningalkan sebongkah luka

    Cinta laksana jari selembut sutra
    Bisa membuat hati sengsara
    Bila kukunya rucing mengasa
    Jantung orang mencintainya

    Cinta seperti letusan meriam
    Mengenai naluri yang kelam
    Membuat jiwa selalu terhukum
    Karena sakit yang menikam

    Cinta bisa membuat hati terhina
    Cinta membuat hasrat sengsara
    Seperti menyiram bunga dengan air mata
    Begitulah kejamnya cinta bila tak bahagia

    GADIS PUJAAN

    Hati mu seputih awan
    Senyum mu semanis madu
    Tutur kata mu selembut sutra
    Hanya diam seribu bahasa

    Disaat ku tatap paras cantik mu
    Disaat aku mendekati mu
    Hanya getaran cinta yang kurasakan

    Wahai gadis pujaan ku
    Izinkankan lah aku
    Menjadi pelangi di hati mu
    Memberikan warnah begitu indah
    Menumbuhkan sejuta kasih sayang

    DARLING…

    Darling…

    Listen my conscience
    My moment long you

    Recognizing you my desire
    Considering you can my

    Owning you my dream
    Loving you my heart tick

    Longing you gasp me
    Me hope you understand
    With my feeling this

    Darling….

    MAKNA CINTA

    Kata cinta memang indah
    Bila di hiasi dengan kebahagian

    Cinta memang menawan
    Bila disiram dengan kasih sayang

    Cintah laksana salju
    Bila kepanasan menjelma

    Cinta seperti air mengalir dengan sendirinya
    Hinga mencari tempat untuk menggenangi diri

    Cintak tak ubahnya lilin kecil yang berpijar dimalam kelam
    Begitulah cinta bila tumbuh dengan ketulusan dan kesucian

    KUBURLAH DERITAMU

    Kuburlah deritamu
    Di balik awan kelabu
    Timbulkan lah ceria mu
    Menyosong masa muda mu

    Hancurkan lah rasa sedih mu
    Dengan kerasnya batu
    Bangkitkan lah rasa bahagia mu
    Penuh harapan dan senyum mu

    Hilangkan lah keresahan dijiwa mu
    Tutup semua itu dengan tawa mu
    Taburkan lah benih cinta mu
    Di taman bunga haru biru

    Hapus lah semua duka mu
    Berairkan sejuta kasih mu
    Angkat lah tubuh mu dari belenggu
    Selalu menahan langkah mu

    BALASAN CINTA MU

    Gemuruh jagat raya getarkan ku
    Angin berhembus terasa hangat bagi ku
    Nyayian burung menyakitkan pendengaran ku
    Mendengar kata perpisahan dari mu

    Aku sangka cinta mu pada ku
    Akan abadi selamanya untuk ku
    Sayang mu hanya untuk ku
    Tapi semua berubah tampa kenal waktu

    Kasih ku…..
    Apa salah dan dosa ku
    Hingga mahligai cinta berhenti diam terpaku
    Diri mu pergi tinggalkan aku dengan perasaan rindu
    Saat jiwa ini memerlukan diri mu

    Sayang…
    Ini kah balasan cinta suci ku
    Ini kah balasan cinta sejati ku
    Bagaikan kulit tersayat sembilu
    Beruraikan air mata pilu ku

    KEHENINGAN MALAM

    Dalam keheningan malam
    Berkawankan kabut tajam
    Sakitnya memakan jantung hitam
    Karena sikap yang kejam

    Berurai air mata yang bening
    Jatuh menimpa dunia kering
    Terasa berjalan diatas ranting
    Mengenang kata-kata keras menenting

    Sakit terasa membunuh batin
    Luka hati tidak tertahankan
    Atas sikap yang di berikan
    Seakan hidup teracun sesalan

    Begitulah sakit di rasakan seorang diri
    Laksana daging tertusuk duri
    Runcingnya seakan merobek sanu bari
    Karena di tinggal sendiri bersama sepi

    TANPA DIRINYA ?

    Terasa hampa alam luas ini
    Jika dijalani seorang diri

    Begitu sunyi dunia terasa
    Bila dilalui tampa si dia

    Sepi hidup dalam keramaian
    Karena tak punya gadis idaman

    Kepiluan seakan membunuh badan
    Karena tak ada tempat mengadu kerinduan

    Begini nasib orang tak punya cinta sejati
    Tak ada tempat untuk memanjakan diri

    Oh… Tuhan Kuasa
    Tujukkan lah di mana dirinya berada
    Katakan lah di mana rimbahnya
    Tak sanggup rasanya hidup tampa dirinya

    BUNGA CINTA

    Tumbuh sudah bunga cinta
    Tumbuh penuh keindahan
    Memberi kenyamanan di hati
    Atas siraman yang engkau beri

    Engkau siram bunga cinta
    Penuh rasa kasih sayang
    Engkau pagar bunga cinta
    Penuh rasa tanggung jawab
    Membuat bunga cinta enggan layu terkulai

    Mekar sudah si sari bunga cinta
    Di antara ranting yang tertiup angin
    Menaburkan sejuta pesona kehidupan
    Antara dua hati inzan manusia

    SEBATAS MIMPI

    Saat ku tertidur lelap
    Antara mati dan hidup
    Engkau datang menghadap
    Menjadi bunga tidur dalam mimpi ku

    Engkau bernyanyi penuh keceriaan
    Engkau berdongeng dalam kelelapan
    Menambah indahnya kegelapan malam

    Kehadiran mu….
    Membuat hati ini berbunga-bunga
    Membuat jiwa ini bahagia
    Laksana dunia milik berdua

    Kehadiran mu….
    Bangkitkan jiwa ku
    Hidupkan amarah ku
    Dari keras himpatan batu

    Meski kehadiranmu
    Hanya sebatas mimpi dalam tidur ku

    TAK BISA DAPATKAN
    Dalam dunia ada kebahagian
    Tapi kita tidak bisa dapatkan
    Karena butuh pengorbanan
    Kadang jauh dari kemampuan

    Dalam jiwa kita ada perasaan suka
    Dinamakan dengan rasa cinta
    Namun terdiam seribu bahasa
    Ketakutan bila di tolak menggunci mulut berkata

    Hanya apa di rasakan dalam hati
    Rasa sedih yang silih berganti
    Hanya bisa meratapi nasib diri
    Juga salahkan tuhan tidak adil pada diri

    Bukan Tuhan tidak adil pada diri
    Tetapi diri tidak punya rasa berani
    Dalam mencurahkan kehendak hati
    Karena tanggung jawab kurang pada diri

    KEKASIH HAYALAN

    Melayang otak kealam maya
    Bertemu wanita tercinta
    Duduk di dermaga sambil berkaca
    Berhiaskan senyum kata manja

    Menerawang akal kealam angan
    Berjumpa kekasih hayalan
    Berjalan berdua berpegangan tangan
    Sambil menghitung bintang yang berjejeran

    Cinta memang indah walau dimana saja
    Terasa dunia hanya milik berdua
    Baik dunia khayal maupun dunia nyata
    Begitulah nikmatnya rasa cinta

    Karena cinta adalah hidayah yang kuasa
    Bagi umat untuk hidup bersama
    Menjalin dua hati manusia yang berbeda
    Menjadi kasih sayang dan cinta

    CINTA SAMPAI MATI

    Cinta memang berarti bagi kehidupan
    Laksana lilin kecil dalam kegelapan
    Bagaikan setetes air dalam kehangatan
    Juga sebatang kayu untuk jembatan

    Bila cinta telah bertahta dalam jiwa
    Hidup begitu terasa indah dan bahagia
    Tidak ingin berpisah hanya sementara
    Karena perasaan cinta mati sama si dia

    Cinta dihati miliknya sendiri
    Sampai jiwa ini mati
    Sampai nafas ini berhenti
    Tidak akan pernah terganti
    Karena cinta ini sampai mati

    SAYANG KAMU

    Sayang…
    Buat lah hidup ku bahagia
    Walau hanya sementara

    Sayang…
    Berikan lah aku cinta suci mu
    Meski semua akan berakhir di ujung waktu

    Sayang…
    Curah kan lah rasa di hati mu
    Hanya berbungakan rasa rindu

    Sayang….
    Tak ada yang lain di jiwa
    Selain dirimu yang ku puja

    Sayang…
    Kehadiran mu di alam ku
    Bagaikan malam di terangi bulan

    Sayang…
    Hanya jiwa mu yang selalu terkenang
    Saat sepi menyonsong datang

    Sayang…
    Di dunia hanya kebahagian bersama mu yang ku harap
    Tak ada yang lain selain wajah mu yang ku tatap

    Sayang…
    Kasih dan sayang mu
    Kan ku bawah sampai akhir waktu
    BIAR AKU BEGINI

    Menangis hati ku saat kepergian mu
    Tinggalkan sejuta luka dan seribu janji
    Pernah kau ucupkan dulu di hadapan ku
    Kini semua hanya janji tinggal janji

    Diri mu pergi di saat cinta berbunga-bunga
    Berdaunkan kasih sayang yang suci
    Namun semuanya kau buat layu terkulai
    Jatuh berguguran kebumi dengan rasa kering

    Hanya do’a suci ku sembahkan pada Tuhan
    Tabahkan lah hati yang tersakiti ini
    Demi menghadapi cobaan yang engkau beri
    Akan aku obati sendiri sakitnya hati

    Biar lah aku begini
    Mungkin sudah suratan diri
    Untuk hidup sendiri dan tersakiti
    Tidak akan aku sesali semua yang telah terjadi

    UNTUK BISA HIDUP BERSAMAMU

    Memburu bauk aroma cinta
    Jauh di balik bukit Himalaya
    Tajam butiran pasir hangat menyala
    Tak surutkan tekat burahi dada

    Jurang curam hutan belantara
    Hembusan angin gaung binatang buas
    Semua mesti di lalui sendiri
    Demi mendapatkan setetes cinta suci mu

    Tetes cinta mu begitu berharga
    Melebihi satu nyawa yang aku punya
    Dalam belayar di

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: