Ruang Tunggu
Oleh: Muhammad Zaini
Di ruang tunggu waktu adalah komponen sepi
Aku setia menyimak arus darah
Menghanyutkan doa-doa yang pergi
Ke pori-pori yang gelisah siang ini
Matahari menggelinding ke derajat didihku
Siang-siang membengkak
Tak sanggup lagi menampung tubuhku
Yang setiap kali merindumu
Partikel waktu mengucur
Menenggelamkan ruang tunggu
Sardjito, yogyakarta, 17-12-2010, 13:12







Watch Archer Episode 3 berkata,
14 Maret , 2011 pada 1:01 pm
Ane gak terlalu tahu tentang Puisi, tapi kayaknya mendalam banget nich maknanya,,,! Keren dari ane
lulu berkata,
20 September , 2011 pada 2:31 pm
saya sangad suka membaca,,,, dan sangad suka cerita di atas……….