Sair Sajak Moehammad Zaini*

22 Februari , 2008 at 9:34 pm (Puisi, Sastra)

 0310tri_ziarah_acehb.jpg

Aku Berpuisi, Begitulah Aku Berziarah

aku hanya butir-butir kata
yang berkunjung ke tepi hari
hanya setelah ter-niat
“aku berziarah”

menemukan potongan-potongan
tubuhku

adakah hari menyimpannya
di rembang lindap antara hujan
dan terik bulat?

saat itu kata-kata
adalah perjalanan
lahir dari sepi
menemu diri
di titik tersepi

bukankah keterlemparan
itu
ziarah..

ziarahku..

2007

Di Kotamu

Sebuah kata
Yang mekar dari pohon lontar
Di rantingnya
Ada kotamu

Aku mau singgah
Memahami bulan sekerat
Yang katanya tertulis ajaran suci
Setiap malam terang
Melindap di kotamu

Ingin juga aku mengerami malam kotamu
Yang terus menggelembung
Di suara-suara jalan
Kadang mengalir di desau angin

Dalam duduk termenungku
Angin berhenbus monoton
Menyerah pada tanya

Tanya itu ingin aku bawa
Ke kotaku

2007

Lembayung

Aku di sini sebab campur dusta dan ingin tahu
Sebelum nanti aku menghisap layaknya candu

Sebab ia hanya lewat di kalender sehari saja
Selebihnya tak ada lagi yang bermimpi

Dan jika ‘ku buka lembaran ini
Ada lagi yang mati

Intiplah,
Karena semuanya terjadi hari ini

2008

*Muhammad Zaini

Penyair tinggal di Jogja

4 Komentar

  1. Mujib said,

    Jenk, puisimu tambah lama, tambah bikin aku merinding…

  2. ube' said,

    lagi mikirin apa sihhhhh??????????

  3. gyta said,

    aku juga ingin singgah
    dalam lamun dan beku ku…

    salam…

  4. ilalang_kering said,

    aq gak terlalu pandai puisi, cuma q bisa bilang

    asik choooy…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: