Sair Sajak Musthafa Amin (2)

27 Maret , 2008 at 7:20 pm (Puisi, Sastra)

Kuas(a)

Duniaku memang cukup remuk
Berkali-kali aku tumpah tindih
Lemakku dengan lemakmu mencipta lemak baru
Dipermak sedemikian rupa
Di atas kesucian yang malah mengharap kotor

Dulu aku dianggap keindahan
Arsiran, tepian, bayangan di kanvas kematian
Adalah ujung kenikmatan penglihatan
Dipuja, dikagumi dan diganti segepok uang

Selang semi runtut waktu menjengkang
Keindahanku bagai ilalang
Mengering karena kecapmu tak lagi mencerahkan
Membangkitkan gairah kehidupanku di pagi hari dan siang

Demi tuhanku, sempat aku bersumpah
Meski tidak serapah
Bukan kehendakku tertumpah
Di sini, di kanvas hidup yang bertebar sampah
Aku hanya menjalani takdir
Apa tidak boleh, aku menuruti kuasa sekali saja
Demi estetika puja tuhanku sayang

Malang sungguh tersayang
Di atas kuasa tuhanku masih ada kuasa
Kuasa manusia, yang sering kudengar paksa

Malang, 21 Februari 2008
09: 13

Muhammad

Kukenal engkau lewat nama
Kucintai engkau lewat pena
Wajahmu kabur saat kubayangkan
Lebih pada akalku yang mereka kekang

Engkau adalah utusan
Yang hadir menyambung keterputusan
Dari kaum-kaum militan pagan
Ajaranmu yang engkau sebarkan
Telah aku pahami lewat sajak
Kehidupan yang dipaparkan orang

Sekedar pinta dari pengagum
Aku ingin belajar langsung
Menyentuh tanganmu
Menatap rupa mapanmu
Menjejaki setiap detik
Detak jantungmu

Kuingin engkau melalui tangan ini
Meremas dengan kulit dan buluku
Bersentuhan dengan setiap nafas
Hanya aku sendiri
Melalui aku
Tanpa surat, tanpa ayat

21 Maret 2008

Malang, 02:11 AM

3 Komentar

  1. sijilintang said,

    cermin kesungguhan seseorang untuk bertemu sang figur agung. ya, figur agung sebagai manusia. ini yang sering dilupakan oleh penggarap biografi Nabi Muhammad. ia lupa bahwa Muhammad SAW. juga manusia. hanya saja ia menadapat tugas.

    mereka, para penggarap, mungkin, menganggap tugas sebagai penghormatan, bukan sebagai tanggung jawab. siapa yang mau mikul gunung. sungguh saya ngga’ mau. mungkin juga mereka pikir, jadi nabi plus rasul itu enak.

    nah, pada sair mustafa ini, kita diingatkan dengan ‘menyentuh tanganmu,’ ‘menatap rupa mapanmu’ bahwa ia pun manusia tanpa mengurangi rasa hormat. dan dengan kalimat lebih dari akalku yang mereka kekang, penyair mengungkap kekecewaannya terhadap, mungkin, ceramah maulid nabi, buku biograpi yang pernah dibaca, atau kepada kesadaran mayoritas islam. ceramah yang isinya hanya tentang mukjizat indrawi. buku biografi yang hanya memuat ketangguhan.

    yang membuat saya yakin bahwa muhammad yang dimaksud adalah Muhammad SAW. adalah bait engkau adalah uTUSAN yang hadir menyambung keterpuTUSAN.

    mus, kalau hanya kamu sendiri, itu nggak sip. sebab, aku kau kemankan. ha ha ha. terus kenal dia, seakrab bahasamu, seenak kau mengenalnya. tapi, jangan lupa, kalau ia sudah mulai meremas kulit dan bulumu, atau juga bersentuhan dengan setiap nafas, jangan lupa miscall aku ya. iya, sekalipun tanpa surat dan ayat, kamu harus tetap miscall aku. oke.

    Oke saya miscal kamu bib, malah akan saya telpon. dengan syarat kamu ganti 1m3. Hehehe🙂
    TB

  2. Nurel Javissyarqi said,

    blogku sekadang di sini kawan,
    tapi blum sempat aku isi.

    Oya; puisimu yang pertama menyentakku,
    dan puisimu yang kedua;
    semoga saudaraku kelak bertemu Beliau dalam mimpi, amin.
    Dan doakan pula aku ya kawan, ya saudaraku,
    akan hal itu kembali, amin.
    Salam buat kawan-kawan di situ (dariku, pengelana)

    Mas Nurel, puisi yang pertama saya terinspirasi atas karikatur bermasalah yang sempat terekam di Tempo dan juga tentang Nabi Muhammad.
    Tentu, jika bertemu beliau saya akan sampaikan doa anda.🙂
    Trims atas kunjungannya ke kota Malang yang mencerahkan

    TB

  3. chris yahya said,

    Wah… Dri tahun 2008…..
    Lama juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: