Orang Ketiga Yang Raib Di Meja Makan

9 April , 2008 at 6:26 pm (Teh Hangat) (, )

Oleh: Muhammad Zaini

Makan itu kebutuhan. Ia telah “hadir” dan “menjadi” sejak   mulanya manusia diciptakan. Ya, makan, hal yang tak   terpisahkan dari hidup. Makan, kalaupun hendak   diuraikan, adalah hal yang di luar tubuh. Tubuh   membutuhkan makan. Tetapi, makan, benar-benar   menjadi bagian yang utuh, tak terpisahkan dari tubuh.   Sebab, makan, tanpanya hidup tak lagi bisa diteruskan.   Agama Islam menjadikannya kewajiban di urutan pertama   dalam perkara muamalat (keseharian).
Namun di sela-sela sebuah sajian makan, ada hal yang   keberadaannya tidak mesti tapi juga tidak meriah   (hambar) tanpa menghadirkannya. “Orang ketiga yang   raib” (OR), sebut saja begitu. Pada prinsipnya, hal itu (OR)   tidaklah sama dengan kebutuhan akan makan. Namun,   sepertinya, ketuaannya hampir menyamai dengan usia   akan kebutuhan makan. Bahkan, di zaman yang semakin super canggih sekarang ini, menghadirkan OR hampir menempati posisi sama wajibnya dengan makan, disadari ataupun tidak.
Saat ini, kita tidak hanya menjumpai OR di meja makan dan menemukannya pun tidak sesulit mencari gajah di tumpukan jerami. OR kerap hadir dalam setiap perjumpaan, di kedai, diteras, bahkan di setiap kali perbincangan. Fenomena seperti itu memang alamiah, kalau bisa saya katakan, itu fitrah manusia. Tetapi akan menjadi sangat aneh bila OR dijadikan sebagai menu hidangan, apalagi mengkonsumsinya pun gratis. Terlebih lagi, kita tak perlu bingung membayangkan seperti apakah wajah dan perangai OR yang di sajikan. Dalam menu sajian, semuanya komplit. Kita benar-benar di manja sampai kita tak bisa bilang tidak untuk terus mengkonsumsinya.
Seperti itulah gambaran televisi. Cukup anda hidupkan kotak ajaib itu, lalu hitung seberapa banyak acara gossip, anda akan memahami, seberapa pentingkah menghadirkan OR di keseharian kita.

***

Ada hal yang tak terjawab dengan tepat, kalaupun ada , itu hanya kira-kira, asumsi. Pada malam di suatu kedai kopi, “kenapa setiap kali obarolan, selalu butuh kehadiran orang ke tiga yang raib?” Tanya teman satu mejaku dengan menggumam. Ya, di berkata seperti itu, seolah tak peduli ada jawaban atau tidak, kata-kata terbang lalu pergi.
Sama seperti aku yang tak sengaja ikut mendengar. Aku pun tak harus menjawabnya, bahkan tak boleh menjawabnya. Sebab, tak ada yang menginginkannya, tak juga diriku. Tetapi, bagaimanapun, tanya itu seperti terlampar tanpa sesuatu memantulkannya, dan entah, apakah pertanyaan itu terlempar menembus jawabannya sendiri. Apakah kita juga telah membunuhnya di meja makan???

6 Komentar

  1. kaito724 said,

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/pengetahuan_umum/orang_ketiga_yang_raib_di_meja_makan/

    Thanks buat usulannya. kayaknya asik juga tuh…

    TB

  2. achoey sang khilaf said,

    postingan yang berat dan berbobot nih.🙂



    Ah, enggak juga kok mas Achoy, kecuali kalo bacanya sambil ngangkat mobil, hehe… thanks..

    TB

  3. hanggadamai said,

    penasaran apa dan siapa ya OR❓

    Ayo siapa….?

    TB

  4. Yudistira Musthafa said,

    Semakin mantep Zaini di teater EsKa-nya ya. Kapan manggung? denger-denger udah latihan pentas?

    em.. kok tau, ngintip ya?

    TB

  5. HILMAN said,

    bagaimaa kl OR itu buku ?. perlu nggak ya…?!

    Boleh juga tuh..,

    TB

  6. iben el muallef said,

    jeng…………………..
    banyak juga karyamu………….

    tapi kau tak punya burung…………………….

    zen aku tetap mencintainya……………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: