Sair Sajak Musthafa Amin (3)

28 April , 2008 at 7:16 pm (Puisi, Sastra)

Darah Perempuan itu

Darah perempuan itu bercecer di pori-pori kehidupan
Meresap ke dalam palungnya yang terdalam
Dia terkesima karena sakitnya telah tiada
Di selangkangan bukan
Di punggung bukan
Tetapi di rongga dada
Bercampur aduk mengental membeku
Seketika hancur dan memancar
Memburat menutupi kulitnya yang juga berpori
Darah perempuan itu telah keluar
Memerahkan sekujur tubuh kehidupan
Dengan darahnya yang kotor berselimut pandangan
Menjijikkan
Kehidupan telah berdarah
Ia terus berdarah ketika darah perempuan itu tidak lagi mengucur
Kehidupan mengerang dan pingsan
Merasakan kesakitan yang tak berperikan
Ternyata melihat lebih mudah daripada mengalami sendiri kesakitan

Malang, 14 April 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: