Biografi; Soetardji Calzoum Bachri

24 Mei , 2008 at 4:57 pm (Biografi, Sastra, Soetardji Calzoum Bachri, Tokoh) (, , , )

Nama : Sotardji Calzoum Bachri
Lahir : Riau, 24 Juni 1941
Pendidikan : FISIP Unpad jurusan Administrasi Negara
Profesi : Redaktur, Penyair

Karya Tulis :
O (1973),
Amuk (1977),
Amuk (1979),
O Amuk Kapak (1981)
Hujan Menulis Ayam (Kumpulan Cerpen, 2001)
Isyarat (Kumpulan Esai)

Penghargaan
Kumpulan sajak Amuk (1977), memenagkan hadiah puisi DKJ 1976/ 1977,
Hadiah Sastra ASEAN (1979),
Hadiah Seni (1993),
Anugerah Sastra Chairil Anwar dan dianggap sebagai pelopor angkatan 70-an (1998),
Anugerah Akademi Jakarta (2007)

Pria kelahiran Riau, 24 Juni 1941 ini digelari Presiden Penyair Indonesia. Dalam karyanya yang berjudul Ayo tahun 1998, dia bertanya, “Adakah yang lebih taubat dibanding air mata, adakah yang lebih mengucap dibanding air mata, adakah yang lebih lembut adakah yang lebih dahsyat dibanding air mata.” Soetardji membacakan puisinya pada malam terakhir dalam rangkaian Festival Nopember 1999. Eforia reformasi ditangan penyair sepertinya telah mencapai titik antiklimaks. Kalaulah Soetardji menyempatkan diri mengemukakan keprihatinannya atas perjuangan para mahasiswa melalui sajak Ayo, itu masih dalam jumlah yang kecil dibanding puisi-puisi lain yang juga dibacanya. Pembacaan puisi-puisi kontemplatif itu terasa menyejukkan dan lebih mengena secara universal ketimbang sekedar sajak-sajak yang mereaksikan peristiwa sosial-politik yang tengah terjadi di masyarakat.

Namun, kalau berbicara soal gaya dan pembawaan bersajak, Soetardji tetaplah Soetardji. Edan, namun bermakna dalam. “Setiap orang harus membikin sidik jarinya sendiri, karakternya sendiri. Biar tak tenggelam dan bisa memberi warna,” katanya. Gelar sebagai ‘Presiden’ penyair tampaknya memang begitu melekat pada sosok penyair modern Indonesia kelahiran Riau ini. Suka tidak suka, predikat yang diberikan kepada penyair Soetardji Calzoum Bachri ini sepertinya cukup signifikan atas segala upaya yang telah dilakukannya dalam dunia kepenyairannya di Indonesia. Ternyata gelar tersebut terus melembaga dan memang seperti tidak terbantahkan karena pencapaian Soetardji mengolah bahasa sebagai bahan pengucapan sajak-sajaknya.

Sajak-sajak Soetardji Caloum Bachri dianggap fenomenal karena ia menemukan bahasa pengucapannya sendiri dan sekaligus menciptakan konsep dan pengertian baru tentang bahasa sajak. Ia terus berpetualang dalam mengolah bahasa pengucapan sajaknya. Pada awal kepenyairannya, kira-kira akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an, karya-karya Soetardji Calzoum Bachri tidak saja sekedar fenomenal, tetapi juga sekaligus kontroversial.

Karya-karya sajaknya menjadi perdebatan antara yang setuju dan yang menolak karya-karyanya. Meskipun secara keseluruhan pengabdian Soetardji di bidang kesusastraan lebih tampak pada persoalan kepenyairan, tetapi tidaklah berarti ia hanya semata-mata menulis sajak. Soterdji beberapa kali mempublikasikan cerita pendeknya. Sebagai penyair Soetardji hanya menjaga sepanjang tidak mengganggu kebebasannya agar kehadirannya yang bebas sebagai pembentuk pengertiannya sendiri dan bisa mendapatkan aksentuasi yang maksimal.

Tulisan ini dilansir dari situs:
http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/soetardjicalzoumbachri.html

Beberapa Tulisan tentang Profil Soetardji Calzoum Bahri

– di Penerbit Indonesia Tera

– di Wikipedia Indonesia

– di Tokoh Indonesia

Tentang Soetardji
Penyair Harus Setia pada Kata dan Estetika!

Review Buku Hujan Menulis Ayam

Beberapa Karya Puisi Soetardji Calzoum Bahri. Silahkan unduh di Halaman Unduh/Download atau unduh di SINI

8 Komentar

  1. ekohm arata said,

    sip..
    terima kasih infonya🙂

  2. attien said,

    sutarji emang keren euy…

  3. isna said,

    top abis dah

  4. WAHYU said,

    SUTARDJI IS THE BEST PRESIDEN SASTRA

  5. Parlin Marpaung said,

    Dimana bisa di beli buku cerpen Senyumlah pada bumi karya Sutardji Calzoum Bachri, Hujan Menulis ayam, Tegak lurus dengan langit karya Iwan Simatupang?

  6. keYyPeDt said,

    i loph u pul…

    aku ngefans banget sama nhe orang

    you my inspiration…………….

  7. elis damayanti said,

    wow keyen bgt

  8. L. A. Sanrang S said,

    Rembulan malam menyapa desiran angin
    Kabut menggoda kelopak mata
    Jari tak lagi lentik
    ketika sebuah bergulir
    pada alur yang makin terang

    Ingin kukatakan cinta
    Pada pusaran angin
    Ingin kukatakan sayang
    Pada Matahari

    Sebab bersemayam dalam nurani
    Yang datang bagai air BAH……
    Kala tubuh dan jiwa sendiRI……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: