Rumput di Seberang Itu Semakin Hijau

24 Mei , 2008 at 5:42 pm (Gesang, Teh Hangat, Tokoh) (, , , )

Potret (Satu) Khazanah Indonesia (Saja)

TongkronganBudaya–Di salah satu koran harian Indonesia, SURYA, ada kabar menarik. Tercatat tanggal 13 April 2008, diberitakan (meski hanya berbentuk kolom kecil) bahwa lagu Bengawan Solo hasil cipta kreatif Gesang Martohartono, ternyata menarik minat kesenian dan digandrungi masyarakat Jepang. Lelaki sepuh berumur 91 tahun ini dianggap sebagai ikon penghubung persahabatan antara kedua Negara, Indonesia dan Jepang. Beliau diberi kopi DVD film drama-dokumenter berjudul Benang Merah yang baru saja diterimanya dari Komite Hubungan Diplomatik-Jepang 50 tahun di Solo, Jawa Tengah, Sabtu12 April 2008.

Kabar ini begitu mencerahkan. Meski kisah-kisah sedih dan memilukan tentang penyerobotan cipta kreatif kebudayaan masih belum terselesaikan sepenuhnya. Lebih sederhana, sebut saja kasus dua Negara bertetangga, Indonesia dan Malaysia. Belum kelar rasa sakit hati akibat direbutnya pulau Ligitan oleh Malaysia, Indonesia kembali menuai cemas dan dibuat gemas oleh ulah negeri Jiran tersebut dengan dipampangkannya lagu Rasa Sayange dan Kesenian Reog Ponorogo di dalam situs pariwisata mereka. Bangsa Indonesia seperti kebakaran jenggot. Begitulah, sifat bangsa ini cenderung tidak berubah atau malah membingungkan. Kita seperti terbiasa melawan setelah tindakan, bukan bertindak untuk melawan atau penanggulangan. Kita sering terjebak dalam isu bukannya mencipta isu dan gagasan. Seringkali, kita tidak pernah menawarkan isu, yang kelak akan menjadi perhatian dan kajian tentang Indonesia oleh kawasan Negara lain. Ajaran yang sebenarnya tertanam bagi mereka yang telah mengecap pendidikan dasar, lebih baik mencegah daripada mengatasi, tak lebih sebagai kembang hias yang selalu diletakkan ketika acara, kemudian hilang entah di mana.

Coba menghitung kembali kebudayaan yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Di bagian jawa timur saja—tanpa perlu melibatkan pulau lainnya, begitu banyak ragam Budaya yang perlu dicagarkan kembali. Di pulau Madura, nuansa tradisional masih begitu kental, dengan perilaku masyarakat yang masih dominan dikuasai oleh Budaya lokal. Kerapan madura, pencak, carok, parikan, kejung (lagu berima khas madura) dan lainnya, seyogyanya terus dilestarikan dan mendapatkan perhatian dari institusi pemerintah regional serta nasional. Bilamana madura seperti itu, apalagi Jawa. Tiap kabupaten memiliki tindak Budaya dan ritus Budaya yang berbeda pula, nilai historis dan nilai kedaerahan itu seterusnya harus tertanam di benak segala publik dan dilestarikan hingga ke anak cucu. Marilah di Momen Kebangkitan ini, semuanya bangkit. Sektor ekonomi, sektor ekologi dan sektor Budaya. Bangkit Indonesia!!!

4 Komentar

  1. hanggadamai said,

    ayo bangkit indonesiaku!!!

  2. kucingkeren said,

    mungkin perlu menteri negara yg khusus menangani budaya, biar fokus mengumpulkan dan mengawasinya… ahh Indonesiaaa..

  3. Jenderal said,

    yah…mungkin kita bisa berprasangka baik bahwa apa yang dilakukan Malaysia itu sebenarnya hanya sebuah sindiran atau selentingan kepada pemerintah dan masyarakat indonesia untuk sadar bahwa kebudayaan kita (Indonesia)…. hendaknya mendapat perhatian lebih, mendapat penanganan lebih dan perlakuan lebih….

    kemana kita saat reog belum di akui Malaysia sebagai milik mereka, apakah kita peduli akan pelestarian kesenian tersebut,… kok tahu-tahu kita teriak dengan emosi marah dan menuduh bahwa sang tetangga pencuri…!!!

    Saya menganggap bahwa kita sudah ditegur dengan keras sekali oleh Malaysia “jika kita tidak mau melestarikan budaya-budaya kita sendiri, maka ikhlaskan lah negara lain yang akan melestarikannya….!!! ”

    HIDUP INDONESIA… AYO KITA BANGKIT !!!

  4. achoey sang khilaf said,

    Bangkit negeriku
    Harapan itu masih ada🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: