Sair Sajak I. G. Jali

26 Juni , 2008 at 6:51 pm (Puisi, Sastra)

Batu di Dadaku
buat F. Kamandobat, Rekki Z. dan dia

aku belajar melukis pada bunga
bagaimana memadukan warna
kala sedih atau berbunga-bunga
hanya dengan satu tinta

aku juga belajar mengukir
pada pohon jati tua
bagaimana mengungkapakan umur
tanpa kata
hanya dengan garis-garis
pada daging dan uratnya

tapi belum juga aku mampu
mengukir nama-nama pada batu di dadaku
sekedar untuk prasasti

entah pena ukirku tak tangguh
atau batu di dadaku yang angkuh

kau bawakan aku baja sebagai kertas
untuk mengoreksi pena ukirku
kau suruh aku mengisinya dengan kata
kau tahu, penaku menari sangat lincah
menggoreskan ribuan kata per kedip
menyala dan mendalam
sedalam luka tikam sajakmu
pada peilipis purnama

aku tak berharap tulis kata-kata
aku hanya ingin ukir nama-nama
pada batu di dadaku

batu di dadaku
pun tak luput dari pemriksaanmu:
hanya kau mantrai dengan puisi
pudar sudah angkuhnya

tapi bagaimana aku ini:
tak mampu mengukir meski hanya nama-nama
pada batu di dadaku
sekedar untuk prasasti

aku lantas bertanya kenapa pada bunga
ia beri aku isyarat lewat ranting
tumbuh mengahadap raut matahari
tersenyum menatap panas yang akrab
seakan yakin tak akan membakar

aku tanyakan lagi pada pohon jati tua
ia hanya menggugurkan daun-daun
dengan akar tak bergeming
meski dipaksa topan matang
untuk mengalah pada nama-nama

tiba-tiba kulihat namamu terbang
pena ukirku mengejarnya
tanpa seizinku
dan saat aku terjaga
ada ukiran satu tinta satu warna
pada batu di dadaku
bergerak memadukan senja dan pagi
dalam satu waktu yang rumit

Jogja, 01 Juni 2008 M.
26 J. I 1429 H.
tepat saat air perigi
memintaku mandi kata
bukan nama

Ejaan Lama di Tepi Pagi

pagi lelah melukis rautmuFoto oleh Laila Lalami
pada kanvas embun anti sakit
kau di sini membelah angan
sambil bersendawa dan tertawa
pukulkan bibirmu pada malam
sebab aku merasa kurang kelam

ini terima
kuambilkan kau sebilah kata
untuk kau kuburkan sampah
aku tak tahan ditinju kemarin
layaknya kekenyangan

tolong ambilkan sedikit sinar
aku merasa kurang terang
ini gambar matahari
sedang melongo pada laut
di sini ada kau
di sini aku
di sini dia
kita berhenti pada gores
kenapa berhenti, kau bertanya
karena merah muda habis, jawabku
di sana, di dekat malam, ada toko
coba kau belikan aku mawar
biar warnanya saja yang menghias

Jogja, 29 R. II 1429 H.
06 Mei 2008 M.
saat menatap campuran warnaku
diaduk dengan durian siang

Matahari Menggigil

Foto leh Jendela Hatirupanya matahari hari ini tengah kedinginan
mendung menyelimutinya dengan ayatayat awan
deraiderai airmatanya menyulamkan sutra lugu
dengan sederet embunrela yang memapah hati sang pagi buta

demi yang maha mendendam aku bersumpah
matahari akan kembali terbakar…sehat dari demam
hanyasaja menunggu bagai memakan mentah
bangkai sumpah

maaf, jiwaku
aku merindukanmu dengan segenggam duka
dan setapak debu ragu

Kudus, 31 Januari 2007
saat tujuh mutiara berkumandang
dengan dendang-dendang malam

Kabut Tebal Gunung Hairan

belajar hatiku mencincang kabut tebal harapan
mulai pagi buta kala itu dengan tabasan kemelaratan
terkadang ada saja kecolongan di siang bolong
tepat ketika srigalambisi melolong
sebab kekecewaan akan segera membadai
manakala perahu telah berlabuh di laut tiada berpantai

dugalah dengan kuat, malam langit tiada perlu kau rakit
dengan olesan tinta, apalagi kelam harap yang penuh parit

katak saja mengerti kapan ia musti berdzikir
ikhlas. tanpa gaji—meski hanya itulah yang ia bisa
nyaman didengar atau tidak, berjawaban gum gom
suaranya menjasad sekian banyak watak penjilat tuhan
bersama madu perjalanan meniti gunung hairan

Semarang, 25 Pebbruari 2007
waktu tergelantung tanya
inikah puncak gunung hairan

I. G. Jali

http://www.sijilintang.wordpress.com/

7 Komentar

  1. achoey sang khilaf said,

    wah bagus bgt
    puisi yang mantap
    daku harus belajar nih😀

  2. Menik said,

    kerennnnn🙂

  3. hanggadamai said,

    wah mantaps, serius sangat..

  4. langitjiwa said,

    malam,mas Amin.
    sdh begitu lama aku tak singgah pada ruang kamar katamu ini.
    dan bagaimana kbrmu?

    salamku,
    langitjiwa.

  5. ardi HI unpad said,

    blog yang kereenn….
    salam kenal….

  6. annity said,

    assalamualaikum…
    wah,,blog’y s0 co0l bgt…
    isi’y berb0bot.
    b0leh dong bagi2 ilmu’y…
    salam knal y…
    annity.wordpress.com

    wassalam

  7. arivynt said,

    mantap blog and puisinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: